wanita karir

Yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Menjadi Wanita Karir

Bagi wanita yang sudah menikah, tentunya paham bahwa kehidupan rumah tangga memiliki banyak tanggung jawab finansial, terlebih lagi jika sudah memiliki buah hati. Apalagi dengan semakin bertambahnya biaya pendidikan, mau tidak mau para pasangan rumah tangga harus putar otak mencari solusi untuk dapat mencukupi kebutuhan tersebut.

Hal ini tidak akan menjadi masalah jika pemasukan bulanan stabil dan kebutuhan selalu tercukupi. Namun pada kenyataannya, tidak banyak keluarga yang seberuntung itu. Banyak strategi dan cara yang dapat dilakukan demi menambah penghasilan rumah tangga, salah satunya adalah dengan bekerja sama dalam mencari pemasukan tambahan.

Bagi sebagian orang yang masih memiliki pandangan patriarki, menganggap hakikat perempuan adalah sebatas bekerja di lingkup domestik. Namun, seiring berkembangnya waktu semakin maraknya gerakan perjuangan hak-hak perempuan yang mengubah persepsi orang-orang mengenai peran perempuan dalam lingkup pekerjaan.

Stigma sebagian besar suami terhadap istrinya yang bekerja adalah takut akan ketidakseimbangan dalam membagi waktu antara keluarga dan karir. Padahal, terdapat metode bagi suami-istri untuk menjalani kedua hal tersebut secara beriringan.

Cara Membagi Waktu Antara Kerja Dan Mengurus Rumah Tangga

ibu dan anak
Perempuan yang memilih untuk bekerja dan mengurus rumah tangga harus menguasai skill manajemen waktu dan multitasking

Bagi wanita yang sudah menikah dan mempunyai anak, skala prioritas tentunya harus ditetapkan ketika memilih untuk bekerja. Menggunakan jasa baby sitter atau penitipan anak mungkin dapat menjadi salah satu opsi bagi sebagian orang. Namun, bagi mereka yang tetap memilih untuk mengasuh anaknya sendiri, skill manajemen waktu dan multitasking haruslah diterapkan. Selain itu, energi dan kesabaran ekstra juga harus disiapkan.

Agar semua tanggung jawab dapat dikerjakan, penting untuk menentukan kapan harus bekerja dan beristirahat. Jangan paksa tubuh kamu untuk bekerja secara berlebihan setiap harinya. Karena tubuh memiliki limit-nya tersendiri.

Pilihan Profesi Yang Fleksibel Bagi Perempuan

wanita karir
Sesuaikan pilihan pekerjaan dengan kondisi rumah tangga kamu

Semua pekerjaan pada hakikatnya dapat dikerjakan oleh semua orang, terlepas dari gender apapun. Hal yang membedakannya hanyalah skill, kemampuan fisik, mental, dan pengalaman seseorang.

Tidak dapat dipungkiri, beberapa perusahaan tanpa disadari masih mempertahankan kebijakan diskriminatif terhadap perempuan. Seperti melakukan pembatasan pada beberapa bidang pekerjaan dan menerapkan persyaratan jenis kelamin tertentu bagi pelamarnya.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indonesia hingga harus menerapkan kebijakan yang mengharuskan kuota anggota DPR sebanyak 30% diisi oleh wanita. Harapannya, hal ini dapat mendorong promosi terhadap keterwakilan perempuan dan dapat menjadi contoh di sektor lain dalam merekrut karyawan.

Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional juga menjadi salah satu cara pemerintah Indonesia untuk meningkatkan keterwakilan perempuan di dalam proses pembangunan nasional. Hal ini patut untuk diapresiasi.

Dalam memilih jenis pekerjaan, banyak hal yang menjadi pertimbangan khusus bagi perempuan yang telah berumah tangga dan memiliki anak. Untuk itu, pastikan jenis pekerjaan yang kamu pilih sesuai dengan prioritas dan kebutuhanmu.

Kamu juga dapat mendiskusikan pilihan karirmu terlebih dahulu bersama pasangan. Bicarakan apa yang menjadi prioritas yang ingin dicapai untuk kalian berdua saat ini, apakah itu sekadar tambahan finansial, mengikuti passion atau meniti karir.

Tim berkarir.id telah menyiapkan beberapa opsi pekerjaan yang fleksibel dapat menjadi salah satu strategi bagi kamu yang tetap ingin bekerja sambil mengurus anak. Di antaranya adalah:

1. Bisnis Online Shop

Membuka bisnis online shop merupakan pekerjaan yang sedang banyak digandrungi masyarakat dari berbagai kalangan, khususnya para ibu rumah tangga. Selain karena jam kerjanya yang fleksibel, bisnis online shop juga terbilang mudah untuk dipelajari bagi ibu-ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki pengalaman atau pengetahuan di bidang bisnis.

Terdapat beberapa opsi pekerjaan dalam memulai bisnis online shop, kamu dapat memilih untuk membuat produk jualanmu sendiri, menjadi reseller atau menjadi dropshipper. Semua ini bisa kamu lakukan dengan modal yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan membuka bisnis secara konvensional dan membuka physical store.

Agar bisnis ini berkembang, kamu pun membutuhkan gadget dan koneksi internet yang memadai. Sisanya tergantung kepada strategimu dalam memasarkan bisnis tersebut.

2. Freelancer

Menjadi seorang freelancer atau pekerja lepas juga dapat menjadi salah satu pilihan karir bagi wanita yang menginginkan pekerjaan dengan jam kerja yang fleksibel. Pekerjaan yang dapat kamu lakukan pun beragam, mulai dari menjadi penulis konten, video editor, desainer grafis, web developer hingga penerjemah bahasa.

Kebanyakan dari pekerjaan ini dilakukan oleh mereka yang sebelumnya telah memiliki skill atau pengalaman di bidang tersebut. Namun, tidak perlu khawatir bagi kamu yang tidak memilikinya. Di zaman sekarang ini kamu dapat dengan mudah mempelajari skill tertentu secara otodidak dan secara gratis.

Situ-situs belajar online seperti skillacademy, Udemy, Coursera, Futurelearn dan masih banyak lagi menyediakan course yang dapat kamu ikuti secara daring. Kamu juga dapat mengikuti sertifikasi profesi untuk meningkatkan nilai jual.

3. Tutor

Opsi jenis pekerjaan lainnya adalah menjadi seorang tutor atau guru les/bimbel bagi anak sekolah. Selain jam kerjanya yang fleksibel karena tidak memakan terlalu banyak waktu, pekerjaan ini juga dapat mengasah skill berkomunikasi kamu dengan anak-anak.

Keuntungannya adalah kamu jadi paham teknik pembelajaran apa yang cocok diterapkan kepada anak-anak. Cara ini dapat kamu tiru nantinya kepada buah hatimu sendiri.

4. Remote Work

Memiliki sedikit kemiripan dengan pekerja lepas, remote work adalah jenis pekerjaan yang dapat dilakukan di kantor atau di luar kantor. Biasanya, perusahaan masih akan meminta kamu untuk datang ke kantor selama beberapa hari dalam seminggu. Namun, setelahnya kamu memiliki kebebasan untuk memilih datang ke kantor atau mengerjakan pekerjaan di rumah/tempat lain.

Hambatan Yang (Masih) Harus Dihadapi Perempuan Pekerja

formulir pelaporan
Banyak resiko dan hambatan yang secara sistematis masih dihadapi oleh perempuan pekerja

Meskipun tidak dapat dipungkiri, hingga sekarang pun masih terdapat banyak hambatan yang harus dialami oleh wanita di tempat kerja. Mulai dari diskriminasi, kesenjangan gaji, hingga pelecehan seksual yang dilakukan baik oleh rekan kerja maupun atasannya. Hal ini tentu saja tidak lepas dari faktor relasi kuasa yang masih kentara di tempat kerja.

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2017 terhadap buruh perempuan dalam sektor garmen di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung, Jakarta Timur, menunjukan bahwa mereka pernah mengalami kasus pelecehan seksual namun hanya sedikit yang melapor.

Dari 773 buruh perempuan yang berpartisipasi dalam penelitian ini, 437 di antaranya pernah mengalami pelecehan seksual, dengan rincian 106 mengalami pelecehan verbal, 79 mengalami pelecehan fisik, dan 252 mengalami keduanya. Mirisnya, dari angka tersebut, hanya 26 orang yang berani melapor.

Relasi kuasa di tempat kerja membuat perempuan cenderung merahasiakan ketidakadilan yang ia rasakan karena merasa takut akan pelaku yang memiliki posisi pangkat lebih tinggi darinya.

Lalu apa usaha yang dilakukan untuk mengurangi atau menumpas ketidakadilan terhadap pekerja perempuan tersebut?

1. Perlindungan Hak Perempuan oleh Pemerintah

Banyak peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah dalam usahanya melindungi hak pekerja perempuan. Namun tidak semua perusahaan dan industri mau benar-benar menuruti kebijakan tersebut. Karena kondisi perempuan yang masih rentan terhadap kekerasan di tempat kerja ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) telah membuat rumah perlindungan pekerja perempuan (RP3).

RP3 ini berfungsi menjadi tempat untuk menyampaikan pengaduan atas permasalahan yang dihadapi oleh perempuan sehingga pemerintah dapat memberikan perlindungan terhadap pekerja perempuan. Namun, RP3 masih terbatas karena baru dibangun di beberapa kawasan industri di Indonesia seperti Cakung, Karawang, Cilegon, Pasuruan, dan Bintan.

2. Libatkan Perempuan

Membuat lingkungan kerja inklusif merupakan hal yang esensial dalam usaha menghilangkan diskriminasi gender di tempat kerja. Dengan melibatkan perempuan di setiap aspek pekerjaan dan pembuatan keputusan, suara kelompok perempuan menjadi terwakilkan sehingga keputusan-keputusan yang diambil akan dapat lebih relatable dan menguntungkan untuk semua pihak.

3. Edukasi

Salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran akan kesetaraan hak di tempat kerja adalah dengan mengedukasi dan memberikan sosialisasi kepada setiap karyawan. Baik pekerja perempuan ataupun laki-laki, penting bagi perusahaan untuk memastikan bahwa karyawan telah menyadari bahwa perempuan merupakan kelompok yang masih rentan terhadap ketidakadilan dan kekerasan di tempat kerja.

Harapannya adalah karyawan dapat memahami pentingnya untuk saling menjaga dan melindungi hak satu sama lain dan terhindar dari tindakan kekerasan seksual ataupun diskriminasi.

4. Pendampingan bagi Korban

Selain menciptakan ruang yang aman bagi pekerja perempuan agar mereka berani bersuara ketika terjadi ketidakadilan di tempat kerja, perusahaan juga dapat memberikan bantuan berupa pendampingan psikologis selama proses penanganan kasus tersebut.

Pada saat-saat seperti itulah pekerja perempuan membutuhkan dukungan moril dari berbagai pihak.

Keuntungan Menjadi Wanita Karir

profesi wanita karir
Menjadi wanita karir memiliki banyak keuntungan yang dapat mensejahterakan kehidupan berumah tangga

Menjadi wanita karir memang tidak mudah. Namun, terdapat banyak benefit yang bisa kamu peroleh dari sini, di antaranya:

1. Memiliki Penghasilan Sendiri

Keuntungan yang utama dengan menjadi wanita karir tentunya adalah memiliki penghasilan sendiri. Tidak dapat dipungkiri, ini juga menjadi alasan bagi sebagian perempuan yang sudah berumah tangga memilih untuk bekerja. Apalagi jika sudah memiliki anak, tentunya kebutuhan pun akan bertambah.

2. Merawat Skill dan Potensi Diri

Bagi para perempuan yang memutuskan untuk bekerja, cara ini dapat menjadi strategi untuk terus mengasah skill serta pengetahuan yang telah dipelajari selama bertahun-tahun di institusi pendidikan. Dengan bekerja, kamu jadi mampu untuk menerapkan skill dan pengetahuan tersebut secara nyata pada pekerjaanmu.

3. Termotivasi untuk Terus Mengembangkan Diri

Bersentuhan dengan dunia kerja dan orang-orang dengan latar belakang serta skill yang berbeda membuat wanita karir cenderung akan termotivasi untuk mengembangkan diri mereka melalui pelatihan skill dan pengetahuan. Tidak jarang hal ini membuat mereka menjadi terpacu untuk terus mengembangkan potensi diri.

Menjadi wanita karir memang tidaklah mudah, namun ada banyak pelajaran dan benefit lain yang kamu dapatkan dari pilihan ini. Tinggalkan pertanyaan serta pesanmu di kolom komentar dan jangan lupa untuk membagikan tulisan ini kepada teman-temanmu, ya!

cruise ship

Inilah 7 Daftar Pekerjaan di Kapal Pesiar, Keliling Dunia Dan Dibayar Besar

Setiap profesi di industri hospitality, khususnya kapal pesiar hampir tidak pernah sepi peminat. Bagaimana tidak, ketika bekerja di kapal pesiar menjadi pekerjaan impian yang memberikanmu benefit tidak hanya dari pendapat per bulan yang besar, namun juga menambah pengalaman kerja berkelas Internasional.

Bekerja di kapal pesiar akan mempertemukan kamu dengan orang-orang dengan berbagai latar belakang dan keahlian. Kamu akan memiliki tujuan nan sama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan berkelas Internasional. Selain itu, kamu dapat berkeliling dunia secara gratis.

Dengan profesi bergengsi ini, bekerja di kapal pesiar dapat terbilang sebagai pekerjaan yang tidak mudah, bahkan cukup berat. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan shift dan jam kerja. Bekerja di kapal pesiar menuntutmu untuk bekerja tujuh hari dalam seminggu, dengan waktu kerja yang beragam. Bisa jadi kamu akan mendapat jam kerja hingga 14 jam per hari, bisa lebih atau kurang dari itu.

Meskipun dengan beban dan jam kerja sepadat itu, kamu tentunya memiliki waktu libur yang bisa digunakan untuk beristirahat. Waktu libur yang diberikan sangat bervariasi, tergantung kontrak kerja yang berlaku. Dan yang terpenting adalah kamu dapat bersosialisasi dengan orang berbagai latar belakang negara dan meningkatkan kemampuan berbahasa asing.

7 Profesi Di Kapal Pesiar yang Membuatmu Ingin Ikut Berlayar

Bekerja di kapal pesiar menuntutmu untuk dapat bekerja sama, karena setiap crew di dalamnya menjadi sebuah kesatuan. Sebelum lebih lanjut ke profesi di kapal pesiar, kamu harus paham satu hal bahwa kamu harus siap dengan kondisi fisik yang kuat. Pastikan kamu tidak memiliki mabuk laut, karena kamu harus siap dengan kondisi cuaca selama berlayar berbulan-bulan.

Sudah siap berlayar? Berikut ini tim berkarir.id telah merangkum 8 profesi di kapal pesiar yang membuatmu ingin ikut berlayar:

Profesi Kapal Pesiar 1: Pelayan Bar (Bar Waiter)

bartender
Bekerja sebagai bartender ataupun bar waiter menjadi profesi yang paling banyak diminati

Profesi ini di bawah departemen food and beverage di kapal pesiar. Tugas utama mereka adalah menyajikan minuman serta berkoordinasi dengan pengawas bar. Selain pekerjaannya yang menyenangkan, posisi ini dibayar cukup besar, berkisar $1800- $2800 U.S (Rp. 26.117.190- Rp. 40.626.740) per bulan, tergantung jenis kapal pesiar. Angka tersebut belum termasuk tips yang diberikan jika kinerjamu memuaskan.

Bagaimana rasanya bekerja menjadi pelayan bar di kapal pesiar? Yuk, intip video berikut.

Profesi Kapal Pesiar 2: Pelayan Kabin (Room Steward)

housekeeping
Pelayan kabin atau room steward adalah posisi yang paling banyak dicari, karena kebutuhannya yang banyak

Bagian tugas ini berada di bawah departemen housekeeping and accommodation yang bertanggung jawab untuk membersihkan area umum serta kabin tamu di kapal pesiar. Bukan sekadar bertanggung jawab untuk membersihkan area, terkadang pelayan kabin dapat menerima laundry jika tamu meminta bantuan.

Selain harus memiliki pengalaman, menjadi seorang kabin boy dituntut untuk menguasai komunikasi bahasa Inggris dengan baik. Cabin Steward atau Cabin Attendant bertanggung jawab langsung kepada Assistant Housekeeper dan Housekeeper dalam kegiatan mereka sehari-hari.

Mengenai gaji, seorang pelayan kabin dapat mengantongi $1800-$2200 U.S (Rp. 26.117.190- Rp.31.906.930) per bulannya. Posisi ini masih banyak dibutuhkan, mengingat bagian kamar adalah bagian vital bagi tamu di kapal pesiar. Penasaran dengan bagaimana kerja seorang room steward di kapal pesiar? Cek video di bawah ini:

Profesi Kapal Pesiar 3: Dokter/Paramedis

dokter
Menjadi dokter di kapal pesiar sangat menguntungkan, dibayar besar dengan profesi yang bergengsi

Berlayar selama berbulan-bulan di tengah samudra bersama ribuan orang tanpa adanya sistem kebijakan kesehatan adalah hal yang sangat beresiko. Dokter dan paramedis sangat dibutuhkan untuk menjaga para tamu agar tidak terjadi hal-hal yang beresiko yang menyangkut kesehatan.

Jika kamu memiliki latar belakang sebagai dokter dan tenaga medis, posisi ini tentu menarik. Selain bekerja, kamu pun bisa berlibur di atas kapal megah selama beberapa bulan. Namun, untuk mengisi posisi ini tidak mudah. Selain memiliki sertifikat, pengalaman dan lisensi yang jelas, kamu pun perlu bersaing dengan tenaga medis dari negara Amerika, Inggris, Australia, Afrika Selatan dan negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa Ibu.

Seorang dokter dan tenaga medis di kapal pesiar dapat mengantongi $8000-$12000 U.S (Rp. 115.856.400- Rp. 173.724.600) per bulan. Meski tidak semua pelayaran membutuhkan banyak perawat medis, namun posisi ini menarik untuk kamu coba.

Berikut ini bagaimana dokter dan paramedis bekerja di kapal pesiar:

Profesi Kapal Pesiar 4: Manajer Restoran

chef
Manajer restoran harus memiliki pengalaman yang matang sebelumnya di bidang restoran

Posisi ini masuk dalam departemen food and beverage dengan tanggung jawab mengendalikan operasional restoran serta berkoordinasi dengan general manager atau hotel manager kapal pesiar. Sebelum menjadi seorang manajer restoran di kapal pesiar, tentunya kamu harus memiliki pengalaman di bidang restoran yang lama.

Secara lebih spesifik, manajer restoran bertanggung jawab atas semua aktifitas pelayanan makanan di ruang makan (main dining room), restoran tematik, dan semua outlet makanan lain di atas kapal pesiar. Tugas seorang manajer restoran tidak hanya itu saja, ia pun harus bisa mengatur meja makan penumpang (table assignment).

Selain mengelola restoran, posisi ini juga bertanggung jawab untuk menetapkan jadwal kerja dan liburan para karyawan restoran, mengawasi pelatihan yang mencangkup aspek pelayanan, pendidikan menu, dan attitude. Pun seorang manajer restoran harus memastikan persediaan dan catatan inventarisasi untuk semua perlengkapan dan peralatan sudah lengkap di restoran kapal pesiar.

Posisi manajer restoran kapal pesiar dapat menerima gaji per bulan sekitar $4800-$5800 U.S (Rp. 69.103.440- Rp. 83.499.990). Berikut bagaimana seorang manajer restoran bekerja di kapal pesiar:

Profesi Kapal Pesiar 5: Lifeguard

lifeguard
Profesi lifeguard di kapal pesiar sangat dibutuhkan melihat fasilitas rekreasi air yang beragam

Lifeguard bertugas mengawasi dan memantau para tamu kapal pesiar ketika berada di area kolam renang dan area aquatic. Sebagai bagian penjagaan, posisi ini bersiap membantu dan menolong para tamu yang bermain di area kolam. Karena sangat memungkinkan hal-hal buruk dapat terjadi di sekitaran area bermain air.

Gaji yang diperoleh oleh posisi ini cukup menggiurkan, berkisar antara $1600-$1800 U.S (Rp.23.066.480-Rp.25.949.790) perbulannya. Angka tersebut juga tergantung pada perusahaan kapal pesiarnya.

Kebanyakan posisi ini sudah dilakukan oleh pool attendant dan dibantu oleh satu orang security guard serta satu pool supervisor. Untuk pool attendant dan pool supervisor termasuk posisi di bawah tanggung jawab housekeeping department.

Penasaran bagaimana seorang lifeguard bekerja di kapal pesiar? Simak video berikut:

Profesi Kapal Pesiar 6: Activity Coordinator atau Cruise Staff

penumpang kapal pesiar
Membuat para tamu bahagia setiap hari adalah target setiap hari para cruise staff

Profesi ini membutuhkan jiwa kreatif, ramah, dan berpikir out of the box. Bagaimana tidak, jika tugas setiap hari activity coordinator ialah membuat suasana yang tidak membosankan dan menjenuhkan di kapal pesiar. Tugas ini difungsikan agar tamu tetap merasa sibuk dan bahagia di waktu-waktu tertentu.

Sama halnya dengan event organizer, di kapal pesiar memiliki kegiatan setiap harinya seperti pesta dan kegiatan yang menghibur lainnya. Posisi ini membutuhkan pengalaman yang berkaitan minimal 4 tahun, dengan pendapatan per bulan berkisar $2,450- $7,965 U.S (Rp. 35.345.047- Rp.114.121.407) per bulannya.

Berikut kegiatan yang dilakukan activity coordinator:

Profesi Kapal Pesiar 7: Akuntan

akuntan
Profesi akuntan di kapal pesiar sangat penting melihat perkembangan industri ini semakin besar

Setiap perusahaan kapal pesiar membutuhkan profesi akuntan yang profesional. Mereka harus mumpuni dalam mempersiapkan laporan keuangan. Mereka harus dapat membaca neraca keseimbangan, laporan laba rugi, serta bertanggung jawab menganalisis pemasukan, pengeluaran, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan keuangan.

Gaji yang diperoleh seorang akuntan di kapal pesiar berkisar $4,200- $5,400 (Rp.60.550.980- Rp. 77.851.260) per bulannya, tergantung seberapa besar perusahaannya. Meskipun demikian, masih jarang perusahaan kapal pesiar merekrut secara langsung akuntan dari Indonesia. Namun, posisi ini bukanlah sesuatu yang tidak mungkin bisa kamu pilih.

Berkeliling Dunia, Dibayar Tinggi, dan Kesempatan Kerja Internasional

kapal pesiar
Bekerja di kapal pesiar adalah impian banyak orang di seluruh penjuru dunia

Setiap profesi yang terdapat di kapal pesiar tentu bukanlah pekerjaan yang mudah. Selain keahlian yang tentu memadai, perlunya fisik yang kuat untuk beradaptasi dengan situasi pekerjaan selama berlayar.

Selain jam kerja yang beragam, bekerja di kapal pesiar menuntut kamu untuk jauh dengan rumah dan orang-orang terdekat dalam kurun waktu yang lama. Meskipun sinyal internet tersedia namun akan ada biaya tambahan.

Mungkin setelah membaca tulisan ini, kamu mulai memiliki impian untuk menjadi bagian dari crew kapal pesiar nan megah suatu saat nanti. Impian menikmati dan memanjakan diri di tengah-tengah lautan. Kamu mungkin juga ingin menikmati fasilitas mewah di atas sebuah kapal pesiar.

Bekerja dan berlibur di atas kapal pesiar memang menyajikan sensasi yang berbeda dari jenis pekerjaan lainnya di darat. Namun, yang paling banyak dicari oleh para crew kapal pesiar adalah pemasukan yang besar setelah kontrak kerja dan kembali ke daratan dengan pengalaman dan uang yang besar. Kebanyakan mantan crew kapal pesiar membuka bisnis sendiri setelah habis masa kontrak kerja.

Tertarik dengan profesi ini? Tulis pertanyaanmu dan impianmu ya. Jangan lupa juga untuk membagikan tulisan ini kepada teman-temanmu. Semangat berjuang meraih karir impianmu mulai dari sekarang.

magang

Jangan Magang Sebelum Perhatikan Langkah-langkah Berikut!

Bagi mahasiswa, sekadar aktif dalam bidang akademik saja mungkin dianggap tidak cukup. Sebelum memasuki dunia kerja, mahasiswa haruslah mempersiapkan diri mereka dengan mengantongi bekal berbagai skill dan pengalaman.

Beberapa perguruan tinggi juga sangat memperhatikan hal ini hingga memberikan mahasiswanya kewajiban tambahan di samping mengikuti kegiatan belajar di ruang kelas, seperti kegiatan magang, pengabdian ataupun keterlibatan dalam organisasi.

Kemudian, apa saja langkah yang harus kamu lakukan jika ingin mengikuti program magang? Tim berkarir.id telah menyiapkan panduan lengkapnya di bawah ini.

Langkah Pertama: Hunting Lowongan Magang

magang
Kumpulkan informasi lowongan magang sebanyak mungkin dan cobalah untuk melamar ke lebih dari satu perusahaan

Hal pertama yang harus kamu lakukan jika ingin mengikuti program magang adalah hunting atau berburu lowongan magang. Lowongan magang kini dapat dengan mudah kamu temui dari website resmi perusahaan atau situs-situs khusus informasi magang lainnya.

Kamu juga dapat mencarinya di portal pencari kerja seperti Glints, Jobstreet, indeed dan sebagainya. Tidak sedikit juga perusahaan yang kini turut menayangkan iklan lowongan magang mereka di platform media sosial seperti instagram, twitter, facebook dan LinkedIn. Hanya dengan memasukan kata kunci “internship” atau “magang” kamu dapat menemukan puluhan bahkan ratusan lowongan magang yang tersedia di berbagai tempat.

Selain mencari informasi dari luar, kamu juga dapat mencari informasi dari dalam kampus dengan menanyakan informasi lowongan magang kepada bagian pengembangan karir atau semacamnya. Bertanya kepada dosen yang memiliki koneksi kepada perusahaan juga dapat menjadi salah satu opsi yang tepat.

Langkah Kedua: Periksa Kelengkapan Persyaratan

cv menarik
CV yang menarik akan meninggalkan kesan pertama yang melekat bagi recruiter

Sebelum memutuskan untuk mengikuti program magang, tentunya kamu harus pastikan dulu tempat di mana kamu ingin melakukan program tersebut. Kamu juga harus pastikan bahwa latar belakang pendidikan dan skill-mu sejalan dengan bidang perusahaan atau posisi magang yang akan kamu ambil. Karena tidak sedikit perusahaan yang hanya menerima mahasiswa dari jurusan tertentu untuk dapat magang di tempat tersebut.

Jika perusahaan tidak membuat iklan lowongan secara terbuka mengenai program magang, maka kamu harus mengeluarkan usaha lebih dengan mendatangi perusahaan secara langsung. Kamu juga dapat menghubungi langsung bagian HRD (Human Resources Department) perusahaan melalui email atau pesan via Linkedin jika kamu sudah mengetahui nama manajer HRD tersebut.

Biasanya perusahaan akan meminta kamu untuk mengirimkan CV, surat lamaran, fotocopy Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP), surat pengantar/rekomendasi kampus, transkrip nilai hingga portofolio (opsional).

Kamu juga dapat bertanya perihal persyaratan administrasi secara langsung ke pihak perusahaan jikalau ada persyaratan tambahan. Lamaran tersebut lalu dapat dikirimkan langsung berupa salinan fisik atau kamu dapat juga mengirimkan softcopy via email, tergantung permintaan perusahaan.

Langkah Ketiga: Konsultasi Dengan Kampus

program magang
Beberapa kampus menjadikan program magang sebagai salah satu kewajiban bagi mahasiswanya

Setelah kamu memastikan persyaratan magang telah terpenuhi, kini saatnya kamu konsultasi dengan pihak kampus. Biasanya perguruan tinggi memiliki departemen khusus yang membantu mahasiswanya dalam urusan pengembangan dan karir seperti program magang ini. Jika tidak ada, maka kamu dapat mendiskusikan hal ini dengan dosen pembimbing akademik.

Hal yang pertama harus kamu perhatikan adalah pada semester berapa kamu melakukan program magang. Karena beberapa kampus dan perusahaan tidak menyarankan mahasiswa untuk melakukan program magang jika ia masih berada di semester awal, dengan pertimbangan bahwa beban dan waktu kuliah yang masih padat dan sulit untuk menyesuaikan dengan waktu magang full-time.

Pada tahap ini, kamu juga dapat memanfaatkannya untuk meminta surat pengantar magang, surat rekomendasi, surat pernyataan mahasiswa aktif dan transkrip nilai dari kampus sebagai dokumen tambahan jika perusahaan secara spesifik meminta hal tersebut.

Jika program magang merupakan hal yang diwajibkan oleh kampus, kamu bisa menanyakan kepada pihak kampus atau langsung kepada dosen untuk meminta disalurkan kepada perusahaan atau sekadar memberikan rekomendasi untukmu.

Langkah Keempat: Periksa Lamaranmu

surat lamaran kerja
Pastikan semua persyaratan lamaran sudah terpenuhi

Pada perusahaan yang secara terbuka membuka lowongan program magang, biasanya mereka akan memintamu untuk mengirim surat permohonan magang. Surat permohonan magang tidak jauh berbeda dengan surat lamaran atau cover letter layaknya kamu sedang melamar pekerjaan.

Isi dan formatnya pun tidak jauh berbeda dari surat lamaran kerja pada umumnya. Hanya saja, karena kamu mungkin memiliki pengalaman kerja yang masih minim maka kamu harus lebih menonjolkan skill dan pengalaman organisasi di dalamnya. Jika ada pengalaman volunteer atau kerja part-time akan lebih bagus.

Meskipun tidak memiliki pengalaman kerja, perusahaan tetap akan melirikmu jika kamu memiliki skill yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut. Nyatanya, beberapa anak magang banyak yang bekerja lebih baik dibandingkan karyawan tetap karena memiliki skill yang tidak banyak dimiliki orang lain. Hal ini akan meningkatkan peluangmu untuk diangkat menjadi karyawan tetap setelah lulus nanti.

Lalu yang selanjutnya harus kamu perhatikan adalah bagaimana cara meyakinkan perusahaan bahwa dengan pengalamanmu yang minim, kamu tetap dapat berkontribusi terhadap perusahaan tersebut.

Surat rekomendasi yang dibuat oleh dosen atau pihak lain yang memiliki reputasi baik dapat meningkatkan peluangmu untuk diterima. Memodifikasi surat permohonan magangmu dengan menggunakan power words pun dapat menjadi strategi yang bagus.

Magang Sangat Berguna Untuk Masa Depanmu

Sebagai mahasiswa, kewajibanmu adalah untuk mempelajari hal sebanyak-banyaknya untuk mempersiapkanmu memasuki dunia kerja nantinya. Mempelajari hal tersebut tidak melulu harus di dalam ruang kelas. Program magang dapat menjadi salah satu opsi bagi kamu yang ingin mencari suasana baru dan belajar dari luar ruang kelas.

Magang memberikan pengalaman langsung karena kamu akan terlibat mengurus pekerjaan yang memiliki real impact terhadap perusahaan. Selain itu, program ini juga memberikan uang saku tambahan untukmu. Jadi, apakah ada yang membuatmu tidak tertarik untuk mengikuti program magang? Tunggu apa lagi!

Tinggalkan pertanyaan serta pesanmu di kolom komentar dan jangan lupa untuk membagikan tulisan ini ke teman-temanmu, ya!

koki

Profesi Chef Tidak Semudah yang Tampak Di Layar Televisi

Menjadi seorang chef atau juru masak adalah sebuah profesi yang berkelas. Terlebih ketika media televisi merepresentasikan profesi ini sebagai sosok yang eksklusif nan rancak. Meskipun yang ditampilkan di layar kaca merupakan seorang celebrity chef yang sengaja dipilih karena personality mereka yang menarik.

Namun, apakah semua chef bisa menjadi celebrity chef? Atau semua celebrity chef memiliki kemampuan memasak yang paling hebat?

Tentu jawabannya tidak semua. Tidak seluruh chef akan menjadi celebrity chef, dan tidak semua celebrity chef memiliki keahlian memasak yang luar biasa hebat. Namun yang jelas, baik chef maupun celebrity chef, harus menguasai kemampuan memasak dan menjadi refleksi dari seorang juru masak yang profesional.

Maka dari itu, jika kamu ingin menjadi seorang juru masak yang hebat, jangan berpatokan hanya pada celebrity chef, karena masih banyak hal-hal yang perlu kamu persiapkan dan latih.

Dalam sebuah interview di salah satu media online, Chef Degan Septoaji (mantan juri kompetisi memasak bergengsi) menyadari sebuah fenomena baru. Ia menyebutkan saat ini para chef muda mulai berkreasi dengan menyajikan hidangan yang sulit dan rumit, serta menampilkan presentasi yang heboh. Namun, Ia sangat menyayangkan mereka lupa untuk mempelajari dasar memasak yang baik.

Berdasarkan sudut pandang chef Degan di atas, tentu perlu diteliti lebih jauh bagaimana proses menjadi seorang chef yang mampu memahami ilmu memasak secara keseluruhan dengan baik. Sebagai langkah awal sebelum memilih chef sebagai pilihan karir, ada baiknya kamu memahami beberapa hal berikut:

Lika-liku Chef yang Harus Kamu Tahu

sekolah memasak
Proses belajar yang harus dilalui dengan sungguh-sungguh bagi calon chef

Membuat resep, menentukan takaran bahan masakan, meramu dan memasak, hingga menghidangkan makanan dengan bentuk serta rasa yang layak, adalah tugas pokok yang saat ini kamu ketahui tentang profesi chef. Selain juga menyiapkan menu utama (main course), para chef pun membuat makanan pembuka (appetizer) dan makanan penutup (dessert).

Tugas-tugas pokok di atas sudah menjadi proses yang pasti akan dilalui oleh seorang chef. Di tingkat lanjutan, seorang juru masak memiliki spesialisasi tersendiri. Ada yang ahli dalam masakan Jepang, Italia, Prancis, Chinese, bahkan khusus masakan Nusantara.

Selain menguasai kemampuan memasak dasar hingga teknik memasak profesional, calon chef dituntut untuk memiliki ide-ide kratif dalam mengambangkan menu baru. Tidak heran para chef menjadikan kitchen layaknya laboratorium eksperimen dan menghabiskan banyak waktu di sana.

Ketika pengalaman yang kamu dapatkan telah banyak dan keahlian yang semakin bertambah, sangat besar peluangmu untuk terjun di dunia bisnis kuliner, baik secara mandiri ataupun bekerja di restoran besar.

Namun sebelum kamu berandai-andai tentang kesuksesan seorang chef, penting untukmu mengetahui beberapa hal berikut:

1. Chef Menghabiskan 12-14 Jam Setiap Hari Di Restoran

food order
Bekerja dengan tepat waktu dan cepat setiap harinya membutuhkan waktu yang tidak sedikit di dalam kitchen

Rata-rata seorang chef di Indonesia menghabiskan waktu minimal 12 jam dalam satu hari. Waktu ini bisa jadi berlebih jika terdapat jam tambahan ketika ada acara khusus. Tentu jam kerja ini tidak sebanding jika bekerja sebagai karyawan kantoran dengan waktu delapan jam per hari.

Tidak jauh berbeda dengan profesi chef di luar negeri yang memiliki rata-rata bekerja dengan shift 12-14 jam selama 7 hari dalam seminggu. Dengan jam kerja selama itu, profesi ini tentu membutuhkan ketahanan fisik dan mental sebaik mungkin. Meski demikian, profesi chef masih ramai peminat, dengan munculnya beragam sekolah perhotelan.

2. Tidak Hanya Jago Masak, Chef Juga Harus Punya Skill Pendukung

Kemampuan pendukung yang harus dikuasai seorang chef adalah kemampuan pelayanan tamu, multitasking, mengingat dengan baik, kreatif, kemampuan berbahasa asing, manajemen waktu, hingga kemampuan berkomunikasi. Dan yang terpenting adalah kemampuan leadership yang mumpuni.

Hal ini mengingat bahwa chef adalah seorang pemimpin di kitchen yang mengepalai banyak anggota dengan tugas spesifik. Kemampuan berkomunikasi harus bisa dilakukan untuk mengatur berbagai tugas dalam satu waktu dalam mengejar kualitas masakan yang diharapkan.

Kemampuan bekerja di bawah tekanan juga harus dimiliki setiap calon chef. Seorang juru masak adalah nyawa dari sebuah restoran. Ia adalah otak di balik dapur panas, tempat memproses hidangan lezat setiap pesanan. Tentu ide kreatif dituntut untuk menghadirkan menu makanan yang terbaru.

3. Chef Harus Menguasai Time Management dan Team Management

Apa yang harus dikerjakan seorang chef  dalam waktu 12 jam di restoran? Tentu bukan duduk santai dan mengerjakan satu hidangan saja. Sebuah restoran yang bereputasi tinggi akan menjaga ritme kerja dengan sangat baik. Seluruh hidangan harus dapat tersaji dalam timing yang tepat. Seorang chef harus tahu kapan waktu menyiapkan bahan dan menyajikan hidangan.

Di sinilah kemampuan komunikasi seorang chef dituntut bagus. Koordinasi dengan bawahannya (kitchen hierarchy) harus sejelas mungkin agar tidak ada sedikit pun waktu yang sia-sia. Terlebih jika beberapa hidangan dimasak di beberapa bagian dapur yang berbeda, seperti hidangan yang butuh proses memanggang dan area khusus membuat saus atau salad, semua harus selesai dalam waktu yang tepat.

Selain manajemen waktu, seorang kepala koki pun harus dapat mengatur tim dengan apik. Ia harus dapat menggunakan gaya bahasa yang beragam dan sesuai dengan personaliti tim yang berbeda. Hal ini ditujukan agar tim di kitchen dapat merasa didukung, diapresiasi, dan merasa tertantang.

Gaji dan Benefit Seenak Masakannya

hidangan
Membuat masakan sebaik mungkin harus menjadi tujuan para juru masak setiap harinya

Untuk sampai di level executive chef, butuh perjuangan yang tidak mudah. Selain harus menguasai teknik dasar memasak, pun harus memahami culture kerja di dapur, serta menciptakan menu masakan terbaru. Hidup glamor selalu menjadi impian setiap orang, namun proses untuk mencapai hal itu tidak semua orang yang mampu bertahan.

Dengan beban kerja yang tidak sedikit dan jenjang karir yang cukup panjang, gaji seorang koki cukup beragam. Di Indonesia, gaji rata-rata chef terendah berkisar Rp3.783.385. Hal ini bergantung pada pengalaman dan restoran di mana ia bekerja. Semakin tinggi pengalaman yang dimiliki dan bekerja untuk restoran berbintang lima, maka gajinya pun juga semakin besar.

Pada umumnya yang menjadi pencapaian bagi seorang calon chef adalah bekerja untuk restoran di luar negeri ataupun di kapal pesiar. Perbedaan kurs Indonesia dengan negara maju lainnya sangat jauh lebih menguntungkan, jika di Indonesia seorang chef digaji rata-rata Rp. 3.783.385 juta per bulan, di kapal pesiar gaji seorang Assistant Head Chef berkisar antara $4200-4600 (Rp. 60,314,310-Rp. 66,058,530) per bulannya.

Oleh karena itu target lulusan sekolah industri perhotelan ialah untuk dapat bekerja secara Internasional. Karena selain menguntungkan dari sisi pendapatan, juga menguntungkan dari sisi pengalaman dan jam terbang. Pada umumnya chef yang berkualitas di Indonesia pun rata-rata pernah bekerja di tingkatan Internasional.

Jenjang Karir Seorang Chef

chef
Sebelum menjadi head chef, butuh pengalaman dan jam terbang yang cukup lama, sekaligus penguasaan skill memasak yang diakui

Sebelum menjadi seorang kepala koki atau executive chef, kamu membutuhkan proses dan jam terbang yang cukup panjang. Setiap bagian kitchen hierarchy memiliki keahlian yang perlu dikuasai. Berikut tingkatan chef yang perlu kamu ketahui:

1. Cook Helper atau Kitchen Assistants

Tugas dan fungsi cook helper atau kitchen assistants adalah membantu menyediakan bahan-bahan masakan untuk keperluan di dapur. Peran cook helper sangat dibutuhkan untuk memastikan bahan-bahan yang dibutuhkan tersedia.

2. Commis

Secara umum posisi ini memiliki kesamaan dengan profesi kitchen assistant, hanya saja secara hierarki posisi ini lebih tinggi.

3. Demi Chef atau Chef De Partie

Posisi ini memiliki tugas yang hampir sama dengan jabatan supervisor. Posisi ini akan bertugas langsung dan mengawasi kinerja para bawahannya secara langsung.

4. Sous Chef

Jabatan ini setingkat di bawah Head Chef, di mana ia merupakan seorang wakil chef. Sous chef mempunyai tugas untuk bertanggung jawab terhadap resep makanan dan minuman. Sebagai orang kedua yang memegang kendali di dapur restoran, ia pun bertanggung jawab dalam menyusun jadwal head chef, atau saling berganti pekerjaan ketika salah satu dari keduanya berhalangan hadir.

5. Executive Chef atau Head Chef

Head chef memegang posisi penuh atas semua hal yang terjadi di kitchen. Segala bentuk komplain, kritikan, dan protes dari pelanggan, Head chef menjadi yang terdepan untuk menerima hal-hal tersebut. Tugas utamanya selain mengatur segala hal yang terjadi di dalam dapur, juga bertanggung jawab dalam mengkreasikan menu dan menciptakan kuliner dengan rasa baru.

Selain itu, seorang head chef juga bertugas mengecek daftar pesanan barang ke gudang, mengetik menu, mengatur dan mengawasi semua tugas kitchen, khususnya dalam pengadaan dan pengolahan makanan sesuai standar yang telah ditetapkan (food cost standart). Untuk menjadi seorang head chef, pengalaman dan kemampuan harus mencapai taraf profesional yang membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.

Secara umum, jenjang karir seorang chef dapat dikategorikan seperti di atas, namun juga terdapat pembagian status chef lainnya seperti:

6. Chef de Cuisine

Posisi ini tidak jauh berbeda dari head chef, yang membedakannya adalah jika head chef merupakan kepala dari semua restoran, sedangkan Chef de Cuisine adalah kepala dari sebuah cabang restoran.

7. Expediter/Announcer

hidangan
Menjadi seorang chef bukanlah perihal yang mudah, tetaplah berusaha untuk menggapai tujuan akhirmu sebagai head chef dan membuka bisnis kuliner secara mandiri.

Tugas utama dari posisi ini menyangkut finishing touch (garnishing) dan mengantar makanan ke meja pelanggan.

8. Chef de Partie/Station Chef

Posisi ini bertanggung jawab pada satu section di dapur. Seperti, bagian sup, salad, atau panggang. Station chef ini bekerja di bawah supervisi dari sour chef atau head chef langsung untuk memastikan bahwa bagian yang dipegang berjalan sesuai rencana.

9. Saucier/Saute Chef

Juru masak ini memiliki spesialisasi dalam mengolah makanan yang menggunakan teknik tumis atau saus pelengkap.

10. Poissonnier/Fish Chef

Chef ini memiliki keahlian mengolah makanan laut dan sejenisnya.

11. Boucher/Butcher

Tugas dari posisi ini adalah mengolah bahan daging menjadi hidangan yang lezat. Posisi ini terkadang juga membantu fish chef.

12. Rotisseur/Roast Chef

Chef ini khusus dan memiliki keahlian mengolah makanan roasted.

13. Grill Chef

Chef ini bertugas grilling makanan sesuai keinginan pelanggan. Terkadang grill chef ini bekerja sama dengan roast chef, karena tugasnya yang hampir sama.

14. Friturier/Fry Chef

Sesuai namanya, chef ini memiliki tugas untuk hidangan dengan teknik penggorengan, termasuk menggunakan deep fryer. Jika kebutuhan porsi masakan goreng cukup banyak, maka roast chef ikut serta dalam membantu.

15. Entremetier/Vegetable Chef

Chef dengan spesialisasi dalam pengolahan sup, salad, nasi dan pasta yang memiliki unsur sayuran. Selain meracik makanan berbahan sayuran, tugas pokok chef jenis ini termasuk dalam memilih dan menjaga kesegaran sayur.

16. Tournant/Roundsman

Roundsman memiliki tugas untuk menggantikan bagian yang membutuhkan chef.

17. Cold-Food Chef/Pantry Chef

Chef dengan spesialisasi ini khusus menyiapkan makanan-makanan dingin (frozen food) seperti, salad, sosis, dan makanan beku lainnya.

18. Patissier/Pastry Chef

Spesialisasi juru masak ini fokus dalam pengolahan baked food, pastries, maupun dessert.

Chef Bukan Ditakdirkan Untuk Orang Bermental Lemah

sayuran
Terus melatih berbagai kemampuan memasak akan berguna untuk jenjang karirmu sebagai chef

Situasi di dapur restoran tidak bisa disamakan dengan dapur di rumahmu atau dapur di tempat lain. Baik dari sisi alat yang terasa lebih tajam, atau ruangan yang terasa lebih pengap. Namun, yang membuatnya lebih terasa berbeda adalah tensi yang akan kamu rasakan selama 14 jam setiap harinya.

Seorang chef dituntut untuk cekatan, inisiatif, bergerak dan mengingat secara cepat. Tuntutan untuk membuat hidangan dengan lezat dan tepat waktu menambah beban setiap harinya. Apalagi, jika head chef harus merepresentasikan kualitas restoran, tentu menjadi beban mental yang sangat kuat.

Dengan tantangan dan beban profesi yang harus dihadapi setiap harinya sudah pasti seorang chef tidak ditakdirkan bagi orang-orang yang mudah menyerah. Namun, bagusnya ialah bahwa sekolah-sekolah kuliner telah mengantisipasi semua hal buruk dengan baik. Kurikulum dan materi pelatihan yang diberikan kepada mahasiswa dapur cukup membuat mereka bersaing menjadi being a chef ke depannya.

Sebagai catatan penting, bahwa untuk menjadi seorang chef  kamu perlu memiliki sertifikat dari sekolah perhotelan atau kelas memasak khusus profesi. Dan pastikan kamu telah siap dengan segala tantangan dalam profesi ini ke depannya.

Bagaimana dengan informasi perihal profesi chef di atas? Apakah cukup membuatmu memahami lika-liku kehidupan chef? Jika kamu memiliki pertanyaan, silakan tulis di kolom komentar dan jangan lupa untuk berbagi artikel ini bersama rekan-rekanmu.

kekuatan kata

Mengapa Power Words Penting di Dalam Surat Lamaran Kerja?

Mengapa Power Words Penting di Dalam Surat Lamaran Kerja?

  1. Berfungsi Sebagai Kata-kata yang Menjual
  2. Menonjolkan Kemampuan yang Dimiliki
  3. Meninggalkan Kesan yang Kuat

Pada saat proses rekrutmen, apa yang membedakan pelamar yang satu dengan yang lainnya? Dan faktor apa yang menentukan kelulusan mereka?

Jawabannya dapat kamu mulai dengan mengikuti template surat lamaran kerja atau memoles CV-mu hingga terlihat sebaik mungkin dan profesional. Tapi, apakah itu semua sudah cukup meyakinkan recruiter?

Sangat memungkinkan jika perusahaan menjawab hal itu secara subjektif dan berbeda-beda. Selain juga keputusan akhir tergantung pada pemikiran masing-masing recruiter yang menetapkan persyaratan. Namun, jangan jadikan ini alasan untuk berserah diri tanpa melakukan apa-apa. Kamu bisa melakukan berbagai usaha agar lamaranmu terlihat stand out dibanding pelamar lainnya, seperti menggunakan power words.

Penggunaan power words pada surat lamaran kerja dapat menjadi salah satu cara yang membuatmu lebih dilirik. Tidak hanya berguna dalam dokumen lamaran kerja, power words juga sering digunakan dalam dunia advertising dan penulisan, dengan tujuan menarik minat target audience.

Apa saja fungsinya dan bagaimana penggunaan kata ini dapat mempengaruhi penilaian terhadap lamaranmu? Tim berkarir.id telah menyiapkannya khusus untukmu:

Alasan Pertama: Berfungsi Sebagai Kata-Kata Yang Menjual

kekuatan kata
Penggunaan power words dapat meningkatkan nilai jualmu saat proses melamar kerja

Kata merupakan alat untuk berkomunikasi, di mana kamu berusaha menyampaikan intensi baik secara langsung ataupun tidak. Dalam konteks surat lamaran atau CV, kamu berusaha untuk menawarkan dirimu dengan beragam skill dan pengalaman yang kamu miliki. Namun apakah pengalaman dan skill menjadi faktor tunggal? Tentunya tidak.

Faktor lainnya adalah bagaimana kamu menjual kemampuanmu. Dengan menggunakan power words, kamu berusaha mempengaruhi emosi recruiter, dengan memilih kata-kata yang memantik rasa penasaran.

Saat membaca surat lamaran, kebanyakan dari recruiter hanya melakukan skimming dan mencari kata kunci yang menarik minat mereka. Penggunaan power words yang tepat akan menunjukan bahwa skill dan kualifikasimu cocok untuk posisi tersebut. Power words pun akan menunjukan bahwa kamu orang yang bertanggung jawab dan inisiatif.

Selain itu, penggunaan power words yang dipadukan dengan kata kunci yang tepat, akan membuatmu lolos seleksi Applicant Tracking System (ATS) bagi perusahaan yang menggunakannya. Sistem pelacak ini membantu perusahaan untuk menyortir lamaran sehingga recruiter hanya mendapatkan hasil kandidat yang hanya memenuhi syarat.

Cara kerja sistem ini adalah dengan melacak kata kunci tertentu yang ditentukan oleh perusahaan. Biasanya terkait dengan kualifikasi pada posisi yang dibuka. ATS akan secara otomatis mengeliminasi surat lamaran yang tidak memiliki kata kunci yang telah ditetapkan tersebut.

Alasan Kedua: Menonjolkan Kemampuan yang Dimiliki

kerja tim
Penggunaan power words yang tepat dapat menonjolkan kemampuanmu secara jelas

Ketika kamu sudah tahu bahwa power words memiliki pengaruh terhadap emosi dan ketertarikan recruiter pada lamaranmu, saatnya kamu tahu apa saja kata power words itu dan bagaimana cara menggunakannya.

Beberapa contoh dari power words yang dapat kamu gunakan di dalam surat lamaranmu:

Untuk menunjukan skill leadership:

  • Memimpin
  • Mengepalai
  • Mengetuai
  • Memprogram
  • Merencanakan
  • Memproduksi
  • Mendesain

Untuk menunjukan bahwa kamu seorang yang inisiatif:

  • Menginisiasi
  • Mengembangkan
  • Menginovasi

Untuk menunjukan peningkatan penjualan, kepuasan pelanggan atau keuntungan perusahaan secara umum:

  • Meningkatkan
  • Memperluas
  • Memaksimalkan
  • Menstimulasi
  • Menjaga stabilitas

Dan masih banyak kata-kata power words lainnya yang dapat digunakan untuk menonjolkan kelebihanmu.

Terdapat beberapa jenis power words yang dapat kamu gunakan berdasarkan intensinya:

1. Action Verbs

Digunakan pada bagian yang menjelaskan pengalaman pekerjaan atau organisasi. Di sini kamu menggunakan kata-kata yang menunjukkan pada recruiter apa saja yang telah kamu lakukan atau berikan pada perusahaan sebelumnya.

2. Nilai Perusahaan

Penggunaan kata-kata yang menunjukan bahwa kamu kandidat yang cocok untuk bekerja di perusahaan ini. Untuk mengetahui kata mana yang lebih pantas digunakan, kamu haruslah menganalisa perusahaan yang kamu lamar. Bagaimana caranya?

Kamu hanya perlu memeriksa website perusahaan incaranmu dan pelajari visi, misi serta value yang dianut perusahaan itu. Kemudian, sesuaikan deskripsi dirimu dengan tiga hal tersebut.

3. Skill Populer

Beberapa skill yang umum seperti kemampuan untuk berkomunikasi dengan bahasa Inggris dan kemampuan leadership mungkin terdengar cliche. Namun, jika kamu mampu meyakinkan recruiter melalui pemilihan kata yang menunjukkan bahwa kamu memiliki atau telah menggunakan kemampuan tersebut pada pekerjaan sebelumnya, hal ini dapat menjadi poin tambahan yang penting.

4. Keyword

Keyword atau kata kunci adalah kata-kata yang kamu dapatkan dari lowongan atau hal-hal yang berkaitan dengan posisi yang kamu lamar. Dengan memasukkannya ke dalam deskripsi diri, menunjukan pada recruiter bahwa kamu kandidat yang cocok untuk posisi tersebut.

Kata kunci yang dapat kamu gunakan misalnya, merencanakan, mendesain, memprogram, mengajarkan, atau melatih.

Alasan Ketiga: Meninggalkan Kesan yang Kuat

kekuatan kata
Power words yang tepat dapat meninggalkan kesan yang baik pada recruiter

Penggunaan power words yang tepat dan menarik tentunya akan meninggalkan kesan pertama yang tak terlupakan bagi recruiter. Inti dari penggunaan power words itu sendiri adalah agar membuatmu terlihat lebih dibandingkan dengan kandidat lain.

Penting bagi kamu untuk memikirkan diksi dan penggunaan kata saat penulisan surat lamaran. Bukan hanya untuk memastikan bahwa surat lamaran kamu terdengar cukup formal untuk melamar kerja, namun hal ini juga merupakan salah satu strategi untuk memberikan kesan pertama yang baik terhadap recruiter.

Penggunaan power words sangatlah fleksibel. Kamu dapat menyisipkannya pada bagian deskripsi pengalaman kerja, demonstrasi kemampuan, dan summary statement.

Penggunaan angka atau numerik juga dapat mempengaruhi lamaranmu. Seperti contoh, pada saat kamu menyebutkan jumlah client atau project yang pernah bekerja sama denganmu, akan lebih baik jika kamu menyebutkannya dalam bentuk numerik agar lebih jelas dan kuat.

Kamu juga dapat menggunakannya pada bagian deskripsi pekerjaan untuk menyebutkan seberapa banyak tanggung jawab yang pernah kamu ampu.

Kesimpulan

Power words memiliki banyak keuntungan yang dapat berguna selama proses rekrutmen. Penggunaan power words membuat kamu terlihat seperti eksper di bidang yang kamu lamar.

Selain itu, penggunaan power words juga membuat kamu terlihat penuh persiapan dalam mengikuti proses rekrutmen. Power words pun penting dalam memberikan kesan pertama yang outstanding sehingga membuat recruiter ingat dengan profilmu.

Apakah tulisan ini sudah memberikan gambaran bagi kamu tentang penggunaan power words dalam proses melamar kerja? Tinggalkan pertanyaan atau pesanmu di kolom komentar dan jangan lupa untuk membagikan tulisan ini kepada teman-temanmu, ya!

PNS

Ini Daftar Pangkat PNS Beserta Gaji Pokoknya

Daftar pangkat beserta golongan PNS dan besar gaji pokoknya, berdasarkan PP 15/2019:

Golongan I (Juru)

Pangkat: Juru Muda, Golongan IA= Rp. 1.560.800 (masa kerja 0 tahun) – Rp. 2.335.800 (masa kerja 26 tahun)

Pangkat: Juru Muda Tingkat I, Golongan IB= Rp. 1.704.500 (masa kerja 3 tahun) – Rp. 2.474.900 (masa kerja 27 tahun)

Pangkat: Juru, Golongan IC= Rp. 1.776.600 (masa kerja 3 tahun) – Rp. 2.557.500 (masa kerja 27 tahun)

Pangkat: Juru Tingkat I, Golongan ID= Rp. 1.851.800 (masa kerja 3 tahun) – Rp. 1.686.500 (masa kerja 27 tahun)

Golongan II (Pengatur)

Pangkat: Pengatur Muda, Golongan IIA= Rp. 2.022.200 (masa kerja 0 tahun) – Rp. 3.373.600 (masa kerja 33 tahun)

Pangkat: Pengatur Muda Tingkat I, Golongan IIB= Rp. 2.208.400 (masa kerja 3 tahun) – Rp. 3.516.300 (masa kerja 33 tahun)

Pangkat: Pengatur, Golongan IIC= Rp. 2.301.800 (masa kerja 3 tahun) – Rp. 3.665.000 (masa kerja 33 tahun)

Pangkat: Pengatur Tingkat I, Golongan IID= Rp. 2.339.200 (masa kerja 3 tahun) – Rp. 3.820.000 (masa kerja 33 tahun)

Golongan III (Penata)

Pangkat: Penata Muda, Golongan IIIA= Rp. 2.579.400 (masa kerja 0 tahun) – Rp. 4.236.400 (masa kerja 32 tahun)

Pangkat: Penata Muda Tingkat I, Golongan IIIB= Rp. 2.688.500 (masa kerja 0 tahun) – Rp. 4.415.600 (masa kerja 32 tahun)

Pangkat: Penata, Golongan IIIC= Rp. 2.802.300 (masa kerja 0 tahun) – Rp. 4.602.400 (masa kerja 32 tahun)

Pangkat: Penata Tingkat I, Golongan IIID= Rp. 2.920.800 (masa kerja 0 tahun) – Rp. 4.797.000 (masa kerja 32 tahun)

Golongan IV (Pembina)

Pangkat: Pembina, Golongan IVA= Rp. 3.004.300 (masa kerja 0 tahun) – Rp. 5.000.000 (masa kerja 32 tahun)

Pangkat: Pembina Tingkat I, Golongan IVB= Rp. 3.173.100 (masa kerja 0 tahun) – Rp. 5.211.500 (masa kerja 32 tahun)

Pangkat: Pembina Utama Muda, Golongan IVC= Rp. 3.307.300 (masa kerja 0 tahun) – Rp. 5.431.900 (masa kerja 32 tahun)

Pangkat: Pembina Utama Madya, Golongan IVD= Rp. 3.447.200 (masa kerja 0 tahun) – Rp. 5.661.700 (masa kerja 32 tahun)

Pangkat: Pembina Utama, Golongan IVE= Rp. 3.593.100 (masa kerja 0 tahun) – Rp. 5.901.200 (masa kerja 32 tahun)

Apa Fungsi dan Perbedaan dalam Pangkat PNS?

proyek
Jabatan fungsional PNS diharapkan mampu bekerja sesuai keahliannya

Sebelum kamu menjadikan PNS sebagai pilihan karir jangka panjang, pastikan kamu memahami bagaimana jenjang karir yang akan dicapai. Pangkat PNS dapat menjadi acuan dalam bekerja nantinya, sehingga kamu lebih terpacu mengejar pangkat yang kamu inginkan.

Jika kamu ingin melihat bagaimana perkembangan dunia kepegawaian Nasional saat ini sebagai data analisis, kamu dapat melihatnya di sini.

Karir PNS ditetapkan dengan pola pembinaan PNS yang menggambarkan alur pengembangan karir dan menunjukkan keterkaitan dan keserasian antara unsur-unsur karir. Dalam menyusun pola karir, dilakukan dengan cara mengaitkan unsur:

  • Pendidikan formal
  • Diklat jabatan
  • Usia
  • Masa kerja
  • Pangkat atau golongan ruang
  • Tingkat jabatan
  • Pengalaman jabatan
  • Penilaian prestasi kerja
  • Kompetensi jabatan.

Besaran gaji pokok dan tunjangan dipengaruhi oleh golongan, pangkat, dan faktor pendidikan formal yang kamu miliki.

1. Apa Itu Golongan dalam Dunia PNS?

Golongan mempengaruhi besar atau kecilnya gaji atau tunjangan yang akan diterima pegawai PNS. Dalam struktur di dunia PNS, terdapat empat golongan (golongan I, II, III, IV) dalam jenjang karir.

Golongan I menjadi level terendah dalam struktur birokrasi PNS. Pada umumnya, PNS golongan I berstatus lulusan SD sampai dengan SMP. Lalu golongan II diisi oleh PNS dengan lulusan SMA sederajat. Kemudian golongan III diperuntukkan bagi lulusan S1 atau setara D4 hingga S3. Dan terakhir golongan IV yang menjadi puncak karir PNS.

Dalam pembagian golongan I hingga IV, terdapat jenjang yang juga menjadi pemisah dari setiap golongan. Golongan I, II, dan III memiliki masing-masing empat jenjang. Jenjang ini seperti IA, IB, IC, ID; begitu pun IIA, IIB, IIC, IID; hingga IIIA, IIIB, IIIC, IIID.

Sedangkan untuk golongan IV memiliki perbedaan dari sisi jenjang karir. Golongan IV memiliki 5 jenjang karir yang perlu ditempuh, dari IVA, IVB, IVC, IVD, dan IVE.

2. Apa Itu Jabatan Fungsional dan Struktural dalam Pangkat PNS?

Dalam Birokrasi pemerintahan dikenal dengan jabatan karir yang hanya dapat diemban oleh PNS. Jabatan karir ini terbagi dua, yaitu jabatan struktural dan fungsional.

Jabatan struktural adalah jabatan yang secara tegas ada dalam struktur organisasi. Hirarki jabatan struktural terlihat jelas, dari yang terendah hingga yang tertinggi. PNS dengan jabatan struktural wajib menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam rangka memimpin suatu satuan organisasi.

Contoh jabatan struktural PNS tingkat pusat adalah: Sekretaris Jenderal (Setjen), Direktur Jenderal (Dirjen), Kepala Biro, dan Staf Ahli. Sedangkan pada pemerintahan daerah: Sekretaris Daerah, Kepala Dinas/Badan/Kantor, Kepala Bagian (Kabag), Kepala Bidang (Kabid), Kepala Seksi (Kasi), Camat, Sekretaris Camat, Lurah dan Sekretaris Lurah.

Jabatan fungsional adalah jabatan teknis yang tidak tercantum dalam struktur organisasi, namun fungsinya sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas-tugas pokok organisasi. Secara sederhana, jabatan ini harus diisi oleh PNS yang memiliki kemampuan yang sesuai bidangnya.

Contoh pejabat fungsional dapat berupa: auditor, peneliti, guru, dosen pengajar, arsiparis, perancang peraturan perundang-undangan, pengelola pengadaan barang dan jasa, pranata laboratorium pendidikan, penguji kendaraan bermotor, dan sebagainya.

Sebagai catatan tambahan, seorang PNS dilarang menduduki jabatan rangkap, sebagaimana tercantum dalam Pasal 2 ayat 1 PP 47 Tahun 2005. Namun terdapat pengecualian bagi PNS yang dapat rangkap jabatan, yaitu sesuai PP No. 047/2005 Pasal 2 ayat (2) untuk Jabatan Jaksa, Peneliti dan Perancang.

Mekanisme Naik Pangkat dan Golongan PNS

PNS muda
Keamanan secara finansial adalah tujuan yang diburu para kaum muda untuk menjadi PNS

Proses dan tahap naik pangkat di dunia PNS telah diatur secara jelas dalam peraturan perundang-undangan. Tingkat pendidikan formal atau ijazah terakhir dengan penerimaan golongan pertama seorang PNS sangat berpengaruh.

Sebagai contoh, PNS dengan ijazah lulusan SMA akan mendapatkan jabatan minimal sebagai Pengatur Muda II/a dan maksimal sebagai Penata Muda Tk.I III/b. Sedangkan PNS dengan ijazah D3 maka jabatan terendahnya adalah Pengatur II/c dan jabatan maksimal adalah Penata III/c.

Sedangkan PNS dengan ijazah terakhirnya S1 golongan dan jabatan terendah adalah Penata Muda III/a dan paling tinggi Penata Muda III/d. Dan jika ijazah yang di-input adalah S2 maka jabatan paling rendahnya adalah Penata Muda Tk. I III/b dan jabatan paling tinggi adalah pembina IV/a. Jabatan di atas merupakan input awal yang tentu dapat dinaikkan sesuai prosedur yang berlaku.

Setiap empat tahun sekali PNS yang bersangkutan bisa mendapatkan kenaikan pangkat reguler bertahap menjadi IIB, IIC, dan IID. PNS dengan lulusan SMA dapat meniti karir hingga golongan III.

Sesuai aturan, PNS pun diperbolehkan mengambil sekolah lagi untuk mendapatkan ijazah yang lebih tinggi. Ijazah terakhir dapat diajukan untuk kenaikan pangkat, dengan syarat-syarat tertentu.

pangkat PNS
Prosedur kenaikan pangkat bagi PNS. Sumber: bkn.go.id

PNS Masih Menjadi Karir yang Diincar

ibu dan anak
Beragam tunjangan dan biaya pensiun adalah keunggulan menjadi PNS

Hingga saat ini PNS masih menjadi pekerjaan yang diburu masyarakat Indonesia. Dengan total para pendaftar CPNS di tahun 2019 mencapai 5,05 juta. Tentu keuntungan yang didapatkan berupa gaji tetap dan nominal tunjangan yang tergolong cukup untuk menghidupi satu keluarga.

Selain itu, uang pensiun masih menjadi faktor keamanan finansial yang diimpikan masyarakat Indonesia kebanyakan. Meskipun secara pendapatan, gaji PNS masih cukup di bawah karyawan swasta pada perusahaan bonafide. Namun, gengsi dan tuntutan orang tua membuat anak muda lebih cenderung untuk tidak mau mengambil resiko terlalu besar, dengan memilih PNS sebagai tujuan karir.

Bagaimana dengan pilihan karir yang lain? 

Jika kamu masih menimbang-nimbang pilihan yang tepat perihal jenjang karir ke depan, namun tidak ingin menjadi seorang PNS, tidak perlu khawatir. Masih banyak pilihan karir yang bisa kamu coba dan lebih menantang.

Perlu diingat, bahwa sukses tidak harus bekerja dengan seragam dan menghabiskan waktu di ruang kerja, kamu pun bisa bekerja di mana pun dan kapan pun. Tentukan pilihan karir yang tepat mulai dari sekarang.

Jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar pangkat PNS dan gajinya, kamu dapat menuliskan di kolom komentar. Dan jangan lupa bagikan artikel ini ke rekan-rekanmu, ya.

staff hotel

Tertarik Bekerja di Industri Perhotelan? Beberapa Profesi Ini Dapat Kamu Coba

Kamu mungkin sudah mengetahui beberapa profesi di industri perhotelan yang sering kamu lihat di layar kaca. Namun faktanya masih banyak profesi di industri perhotelan yang belum diketahui masyarakat pada umumnya. Hal ini mungkin karena representasinya dalam film atau media tidak sepopuler profesi lain.

Tim berkarir.id telah menyiapkan rangkuman beberapa bidang pekerjaan dan profesi di industri perhotelan yang dapat menjadi opsi kamu nantinya.

Kerja Perhotelan 1: Front Office

front office
Front office merupakan departemen yang ditugaskan pertama kali saat tamu datang

Front Office merupakan bagian yang dianggap sebagai wajah dan representasi perusahaan. Orang-orang yang bertugas di departemen ini memiliki tanggung jawab untuk menyambut dan memenuhi keperluan tamu. Berikut bagian-bagian profesi yang berada di departemen front office:

1. Bellboy

Bellboy merupakan petugas yang berada di pintu masuk dan biasanya berperan menyambut tamu yang baru datang dan mengantar tamu ke meja resepsionis. Tugasnya dimulai pada saat tamu baru datang hingga tamu masuk ke kamar.

Pada saat tamu baru datang, bellboy ditugaskan untuk membukakan pintu bagi para tamu dan menyapa dengan senyuman ramah. Ia juga bertugas membawakan barang bawaan tamu menggunakan trolley, ciri khas profesi ini.

2. Resepsionis

Setelah tamu diantar menuju meja resepsionis, petugas resepsionis bertugas membantu keperluan pengunjung dan memproses segala kebutuhannya. Mulai dari pemesanan kamar/check in, check out, penggantian kamar, menerima laporan kehilangan kunci kamar dan banyak hal lainnya.

Resepsionis juga bertugas menjadi jembatan penghubung antara customer dan hotel. Untuk itu, resepsionis harus dapat memberikan informasi yang berguna dan dibutuhkan oleh customer.

3. Guest Relation Officer

Setelah resepsionis memastikan tamu telah mendapatkan penempatan kamar, kini giliran Guest Relation Officer (GRO) yang bertugas. GRO berperan mengantarkan para tamu ke kamar yang sudah dipesan dan juga berkoordinasi dengan bellboy agar barang bawaan sampai ke kamar dengan tepat dan cepat.

Guest relation officer juga bertugas memastikan segala kebutuhan tamu di dalam kamar sudah terpenuhi. Jika tamu memiliki pertanyaan seputar fasilitas dan apapun yang berkaitan dengan hotel, maka guest relation officer bertugas menyampaikan informasi tersebut dengan benar dan memuaskan.

Kerja Perhotelan 2: Food and Beverages

food and beverages
Departemen ini mengurus segala kebutuhan konsumsi pelanggan, mulai dari makan pagi hingga malam, cemilan dan pesanan konsumsi lainnya.

Bagian profesi yang berada di dalam departemen food and beverages:

1. Chef

Seorang Chef atau biasa disebut juga dengan koki, bertugas memasak kebutuhan makanan tamu. Pada umumnya hotel telah memiliki menu yang dapat dipilih oleh tamu secara langsung. Chef juga bertugas untuk mengendalikan mutu terhadap makanan yang disajikan untuk para tamu agar kualitas dan keamanannya tetap terjamin.

2. Bartender

Di beberapa hotel berbintang, biasanya terdapat sebuah bar di mana customer dapat menikmati minuman. Bartender adalah seseorang yang bekerja di area bar dan bertugas meracik dan menyajikan minuman (baik beralkohol maupun non-alkohol) sesuai pesanan customer

Tidak jarang, bartender juga memiliki skill atraksi khusus seperti juggling yang ditunjukkannya ketika proses penyajian minuman secara acrobatic. Dalam menjalankan tugasnya, seorang bartender dibantu oleh seorang barback atau asisten bartender.

3. Pelayan

Pelayan merupakan orang yang bertugas di area restoran hotel. Profesi ini bertanggung jawab untuk melayani pesanan hingga mengantarkannya ke meja customer. Pelayan juga biasa disebutan waiter untuk pelayan laki-laki dan waitress untuk pelayan perempuan.

4. F&B Manager

Food and Beverages Manager atau dapat disingkat menjadi F&B Manager bertugas melakukan pengelolaan sumber daya manusia di departemen food and beverages. Tanggung jawabnya adalah memastikan keperluan konsumsi customer secara keseluruhan sudah terpenuhi dan memuaskan.

Ia juga bertugas mengatur keuangan dan inventaris persediaan makanan di area hotel. Profesi ini bertanggung jawab mengatur pembelian stock persediaan makanan yang akan digunakan di dapur dan bar hotel. Posisi ini biasanya membutuhkan seseorang yang sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun di bidang hospitality.

5. Steward

Steward merupakan profesi yang bertugas mengurus kebersihan di lingkup dapur. Ia yang akan membersihkan piring dan peralatan makan setelah digunakan. Steward juga bertanggung jawab terhadap maintenance dan penyimpanan alat-alat tersebut agar tetap terawat dan mudah untuk ditemukan.

Kerja Perhotelan 3: Housekeeping

pelayan hotel
Housekeeping berperan penting untuk menunjukkan kerapian dan keindahan dari sebuah hotel

Departemen ini berhubungan langsung dengan pengelolaan kamar customer. Selain bertanggung jawab terhadap kebersihan ruangan, housekeeping department juga bertanggung jawab kepada kenyamanan customer selama berada di kamar. Ialah yang akan meneruskan request customer kepada departemen lain. Berikut daftar profesi yang berada di departemen housekeeping:

1. Room Attendant

Tugas utama seorang room attendant adalah untuk menjaga kamar tamu tetap bersih dan tertata.

Biasanya seorang room attendant akan mendatangi kamar tamu pada waktu yang telah ditentukan dan bertanya terlebih dahulu apakah kamarnya ingin dibersihkan. Namun, tidak jarang pula room attendant bertugas saat tamu sedang keluar kamar.

Karena tugasnya yang mengharuskan keluar dan masuk kamar tamu, seorang room attendant haruslah berhati-hati saat bertugas dan memastikan privasi tamu terjaga.

2. Laundry Staff

Laundry staff bertugas memberikan layanan pencucian dan pembersihan baju bagi tamu yang menggunakan layanan tersebut. Laundry staff juga bertugas membersihkan sprei dan selimut di setiap kamar tamu. Sehingga jika tamu menginginkan penggantian sprei atau selimut, hotel selalu siap menyediakan.

3. Maintenance Worker

Sesuai namanya, maintenance worker bertugas merawat, menjaga dan memperbaiki setiap peralatan dan benda yang berada di area hotel. Mulai dari perabot, mesin, hingga bangunan.

4. Cleaning Service

Cleaning service bertugas membersihkan area selain kamar hotel, seperti lobby, waiting room, hall, dan lain-lain. Karena wilayah kerjanya yang cukup luas, biasanya cleaning service terdiri dari beberapa tim yang memiliki tugas kerja berdasarkan penempatannya.

Kerja Perhotelan 4: Hotel Management

management hotel
Hotel management dibutuhkan untuk mengatur dan mengelola hotel secara keseluruhan

1. General Manager

Posisi ini bertugas untuk mengelola seluruh urusan perhotelan. Seorang general manager akan berkoordinasi dengan manager atau supervisor dari setiap divisi dan berperan dalam pengambilan keputusan.

2. Sales & Marketing

Bagian ini bertugas untuk mempromosikan hotel kepada khalayak luas. Ia bertanggung jawab untuk menyusun strategi agar terjadi peningkatan terhadap jumlah customer dengan menggunakan teknik-teknik marketing baik secara digital maupun manual.

3. Accounting

Seorang akuntan bertanggung jawab dalam mengurus seluruh keperluan keuangan pada operasional hotel, mulai dari uang masuk hingga pengeluaran. Selain membuat pembukuan mengenai keuangan, ia juga bertugas mengurus pajak perusahaan.

4. Event

Hotel tidak hanya menjadi tempat para tamu untuk menginap saja. Hotel juga kini banyak dijadikan sebagai venue perhelatan acara-acara besar seperti pernikahan, meeting, gathering hingga perayaan ulang tahun.

Hotel menyediakan akomodasi beserta tim event yang akan bertugas mengakomodir segala kebutuhan acara hingga menyusun jalannya acara hingga selesai.

5. Security

Terlihat jelas dari namanya, profesi ini bertugas untuk mengamankan dan menjaga ketertiban di hotel. Security biasanya memiliki tim berisikan beberapa orang yang masing-masing ditugaskan untuk menjaga dan mengamankan area-area yang telah ditentukan.

Profesi Perhotelan Mana Yang Jadi Pilihanmu?

Setelah membaca informasi di atas, sudahkan kamu menentukan pilihan profesi di industri perhotelan yang tepat untukmu?

Meskipun kebanyakan dari posisi pekerjaan di industri perhotelan merupakan entry-level job, namun skills yang mumpuni tetap berguna dan dibutuhkan. Jadi jangan lupa untuk mempertimbangkan kemampuan dan skill-mu sebelum kamu menekuni salah satu profesi tersebut.

Apakah kamu memiliki pertanyaan seputar profesi dunia perhotelan? Tinggalkan pesanmu di kolom komentar dan jangan lupa untuk membagikan tulisan ini ke teman-temanmu, ya.

human resources development

Ingin Kerja Jadi HRD? Pastikan Kamu Sudah Memiliki Skills Berikut Ini!

HRD (Human Resources Development) merupakan salah satu aspek penting perusahaan yang berperan mengembangkan potensi sumber daya manusia. Secara umum, HRD memiliki tugas untuk mengatur segala hal yang berhubungan dengan karyawan. Mulai dari perekrutan, presensi, absensi, gaji, pengembangan & pelatihan hingga pemutusan hubungan kerja.

Dan berdasarkan tugasnya, HRD terbagi dalam beberapa divisi berbeda seperti HRD Manager, Payroll Staff, Personalia, General Affair Supervisor, Talent Acquisition dan lain sebagainya.

Lalu apa saja kemampuan yang diperlukan untuk dapat bekerja sebagai HRD? Berikut penjelasannya:

Kemampuan HRD 1: Interpersonal Skill

komunikasi
Seorang HRD dituntut untuk cakap dalam berkomunikasi

Sebagai HRD yang memiliki fungsi utama mengatur urusan karyawan, interpersonal skill atau kemampuan berkomunikasi sangat dibutuhkan, mengingat kamu harus berinteraksi dan berkoordinasi dengan banyak orang dengan kondisi yang beragam.

Sebagai jembatan penghubung antara perusahaan dan karyawannya, HRD harus bisa menyampaikan keinginan karyawan terhadap perusahaan dan begitu pula sebaliknya. HRD harus dapat menyampaikan kebijakan perusahaan kepada karyawan.

Interpersonal skill yang baik akan berguna ketika terjadi permasalahan antara perusahaan dan karyawan.

Kemampuan HRD 2: Pengetahuan Tentang Hukum Ketenagakerjaan

law
HRD memiliki tugas dan tanggung jawab yang bersentuhan langsung dengan hukum

Sebagai bagian yang memiliki tugas manajemen karyawan mulai dari perekrutan hingga pemutusan hubungan kerja, penting bagi HRD untuk menguasai dan familier dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku.

UU Ketenagakerjaan berguna sebagai panduan bagi HRD dalam menjalankan tugas dan kewajibannya terhadap karyawan. Beberapa contoh pasal yang wajib diketahui contohnya mengenai upah karyawan, kontrak kerja, pesangon, asuransi, cuti dan lain-lain.

Menguasai hukum perundang-undangan juga berguna saat terjadi pelanggaran code of conduct baik oleh karyawan ataupun perusahaan. HRD dapat mengambil peran sebagai negosiator, mediator dan arbitrator dalam konflik yang terjadi.

Kemampuan HRD 3: Memiliki Pengetahuan Psikologi

psikologi
Pengetahuan psikologi sangat berguna untuk melakukan penilaian saat proses rekrutmen karyawan

Pengetahuan tentang psikologi dan perilaku manusia sangat dibutuhkan pada divisi HRD yang berhubungan langsung dengan perekrutan karyawan. Dalam proses perekrutan, pihak HRD tidak hanya menilai apa yang ditampilkan pelamar melalui surat lamaran dan CV-nya saja. Lebih dari itu, HRD diharuskan melakukan penilaian melalui tahapan interview dan di tahap ini lah pengetahuan psikologi itu berguna.

Dengan menggunakan teori-teori psikologi, HRD dapat memahami sifat dan kepribadian calon pelamar melalui gerak tubuh dan beberapa faktor penilaian lainnya.

Beberapa perusahaan pun biasanya cenderung akan mempekerjakan HRD dengan latar belakang pendidikan psikologi sebagai persyaratan. Namun, bukan berarti posisi ini tertutup untuk orang-orang dengan latar belakang pendidikan berbeda. Dengan kemampuan dan pengalaman yang tepat, perusahaan tentu akan mempertimbangkan untuk memilihmu.

Kemampuan HRD 4: Organizational Skill

alat tulis
Seorang HRD diharapkan untuk dapat mengorganisir informasi secara tersusun

Salah satu pekerjaan yang dilakukan oleh HRD adalah administratif. Dimana HRD juga memiliki tanggung jawab untuk menyimpan data-data dan file karyawan, dari yang baru hingga yang sudah pensiun. Mulai dari urusan perekrutan, PHK, dan bonus karyawan.

Hal inilah yang membuat seorang HRD diharapkan dapat mengorganisir informasi tersebut dengan aman dan tersusun agar dapat dengan mudah dicari ketika dibutuhkan.

Kemampuan HRD 5: Mampu Multitasking

multitasking
Segudang tugas yang dimiliki HRD memerlukan skill multitasking yang mumpuni

Meskipun pada beberapa perusahaan, HRD terbagi ke dalam divisi-divisi kecil dengan tugas yang berbeda. Namun, beberapa jabatan HRD membutuhkan kemampuan multitasking untuk tetap memegang tanggung jawab besar.

Seperti misalnya HRD Manager yang mengepalai semua divisi dan otomatis harus melakukan pengawasan, koordinasi dan komunikasi kepada semua bagian tersebut. Tanpa kemampuan multitasking yang mumpuni, pekerjaan ini tidak mungkin akan berjalan dengan efektif dan lancar.

Sebagai contoh, ketika divisi yang menangani proses rekrutmen karyawan. Ia memiliki tanggung jawab untuk mengatur jadwal interview, menyiapkan tes untuk calon karyawan, mempersiapkan pelatihan untuk karyawan, dan tugas lainnya secara bersamaan.

Kemampuan HRD 6: Tech Savvy

kerja HRD
Sebagian pekerjaan HRD kini sudah dibantu oleh teknologi komunikasi

Seiring perkembangan zaman, kini pekerjaan HRD semakin terbantu dengan adanya teknologi penunjang. Beberapa pekerjaan yang tadinya dikerjakan secara manual, kini telah beralih menggunakan sistem otomatisasi terpusat. Apalagi untuk perusahaan yang memiliki banyak karyawan, tentunya cara manual akan lebih banyak memakan waktu, tenaga dan juga materi.

Salah satu inovasi dalam bidang HRD adalah HRIS (Human Resources Information System) yang merupakan software atau aplikasi online untuk data entry, absensi, payroll, dan lain-lain.

Dari sisi payroll, HRD akan mampu membuat laporan rekap penerima gaji dengan lebih efektif dan mudah. Contoh lainnya adalah sistem absensi. Cara manual mungkin tidak akan jadi masalah jika jumlah karyawan sedikit, namun untuk perusahaan dengan jumlah karyawan banyak tentu sistem absensi dengan kertas ini akan menjadi tidak efektif.

Beberapa perusahaan beralih menggunakan fingerprint, sebuah alat yang dapat merekam sidik jari karyawan dan secara real-time akan mengirim data absensi kepada pihak HRD. Namun karena harganya yang lumayan mahal, beberapa perusahaan lebih memilih menggunakan sistem absensi berbasis cloud.

Aplikasi seperti ini biasanya juga terintegrasi dengan fungsi lain seperti pengajuan izin cuti, pengingat absensi, dan penghitung waktu keterlambatan.

Sudahkah Kamu Menguasai Itu?

HRD memiliki segudang tanggung jawab dan tugas yang tidak mudah untuk dilakukan, sebagian bahkan membutuhkan bidang keahlian khusus. Untuk itu, bagi kamu yang tertarik dengan pekerjaan ini, pastikan kamu sudah mempersiapkan kemampuan yang sesuai.

Skills tersebut dapat kamu dapatkan dengan cara pelatihan melalui institusi pendidikan, kerelawanan atau program magang.

Jadi apakah artikel ini memberimu gambaran mengenai dunia HRD? Tinggalkan pertanyaan dan pesan di kolom komentar, serta jangan lupa untuk membagikan tulisan ini ke teman-temanmu, ya.

pengusaha dan karyawan

Karyawan vs Pengusaha, Mana yang Lebih Sukses?

Perdebatan tentang jenis pekerjaan karyawan ataupun pengusaha masih terus terjadi, apalagi kedua status ini masih sensitif di mata calon mertua. Padahal kedua jenis ini memiliki tujuan yang tentu sama, tujuan untuk hidup sukses. Lalu kemudian apa sih yang membuat keduanya dipandang berbeda?

Permasalahan yang sering terjadi adalah ketika kamu dituntut oleh orang tua untuk bekerja sebagai karyawan, meskipun nyatanya kamu lebih suka membuka bisnis sendiri. Atau pun sebaliknya, ketika kamu ingin meniti karir sebagai karyawan di perusahaan impianmu, namun orang tua lebih menuntut untuk melanjutkan bisnis keluarga.

Pilihan ini mungkin cukup berat bagi sebagian orang, dan ketika kamu mengalami kegalauan seperti contoh di atas maka komunikasi adalah kuncinya. Jelaskan secara baik dengan orang tuamu tentang kelebihan dan kekurangan dari dua pilihan tersebut.

Agar kamu dapat mengkomunikasikannya dengan baik, berikut tim berkarir.id telah menyiapkan plus dan minus karyawan vs pengusaha yang bisa menjadi bahan pertimbanganmu bersama orang tua:

Kelebihan Karir Sebagai Karyawan

kerja
Bekerja sebagai karyawan di perusahaan bonafide tentu menjadi impian banyak orang

Bekerja sebagai karyawan tentu memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh pengusaha dan entrepreneur. Tentu kelebihan ini didapatkan sesuai kontrak kerja karyawan. Bagi sebagian orang kontrak kerja ini menjadi incaran tersendiri, sedangkan di mata para pengusaha, kelebihan yang dimiliki karyawan melambangkan ketidakbebasan dan keterikatan.

1. Penghasilan Tetap Setiap Bulannya

Berkarir di perusahaan bonafide tentu menjadi incaran bagi banyak calon karyawan. Selain mendapatkan fasilitas yang bagus, pendapatan setiap bulannya pun cukup tinggi. Setelah menandatangani kontrak kerja, kamu dapat fokus bekerja hingga masa kontrak habis karena pendapatan akan diakumulasikan setiap bulannya.

Kamu tidak perlu khawatir dengan pendapatan perbulan, namun yang perlu kamu pastikan adalah bagaimana cara menghemat pengeluaran. Penghasilan yang stabil memudahkanmu untuk menggunakan opsi cicilan ketika membeli barang. Namun ingat, jangan sampai besar pasak daripada tiang, ya.

2. Bonus Tahunan dan Tunjangan Hari Raya

Reward dari perusahaan dapat menjadi keuntungan bagi karyawan. Setiap tahunnya, perusahaan akan memberikan semacam bonus bagi para karyawannya yang bekerja secara baik. Baik secara disiplin maupun mencapai target perusahaan. Sebagai karyawan, tentu kelebihan ini bisa dimanfaatkan sebagai motivasi.

3. Jenjang Karir

Keinginan untuk terus berkembang dan maju sudah seharusnya menjadi prioritas bagi para karyawan. Jenjang karir adalah tahapan yang terus diburu. Tidak salah jika jenjang karir menjadi target para karyawan dan alasan untuk bersaing.

Jenjang karir seakan menjadi achievement yang mempengaruhi cara bekerja, motivasi, dan strata sosial. Bagi kamu yang suka terhadap kompetisi dan berkemauan untuk terus maju, kelebihan ini dapat kamu pertimbangkan.

4. Cuti Tahunan dan Employee Gathering

Cuti tahunan menjadi momentum untuk melepaskan stres dengan menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat untuk berlibur. Cuti menjadi hak yang didapatkan karyawan setiap tahunnya. Dalam undang-undang, telah diatur perihal cuti tahunan ini. Dan sesuai kontrak karyawan dalam 1 tahun berhak mendapatkan cuti 12 hari kerja.

Selain itu, beberapa kebijakan perusahaan mengadakan outing kantor atau employee gathering. Hal ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap karyawannya dengan mengadakan perjalanan rekreasi untuk memberikan semangat dan mempererat kekompakan antar karyawan.

Sebagai calon karyawan, hal di atas bisa menjadi keuntungan sekaligus hal yang dicari ketika bekerja nantinya. Namun bagaimana dengan kelebihan seorang pengusaha? Atau orang-orang yang merintis karir sebagai entrepreneur?

Kelebihan Karir Sebagai Pengusaha

CEO
Pengusaha yang merintis bisnis hingga sukses besar adalah impian yang tak ternilai

Pengusaha sering dikaitkan dengan keahlian seseorang yang dapat melihat peluang yang menghasilkan keuntungan. Membahas pengusaha berarti juga membahas bagaimana proses merintis sebuah bisnis yang tidak lepas dari apa yang menjadi keseharian mereka.

Menjadi seorang pengusaha bukanlah sesuatu yang mudah. Meskipun sebagian orang berkata bahwa kamu bebas menentukan jam kerja dan bekerja sesuai waktu yang kamu inginkan, namun apakah semua itu benar? Apakah seorang pengusaha tidak memiliki jam kerja dan bekerja tanpa ada tekanan?

1. Fleksibel dalam Bekerja

pengusaha online
Peluang bisnis online sangat terbuka lebar saat ini

Para pengusaha dapat mengatur jam kerja secara fleksibel. Hal ini dikarenakan tidak adanya keterikatan jam kerja dari pihak manapun. Cara kerja semacam ini tentu menarik bagi kamu yang tidak suka dengan keterikatan waktu atau rutinitas karyawan yang cenderung monoton.

Tetapi fleksibel dalam mengatur jam kerja bukan berarti kamu dapat sukses begitu saja. Diperlukan disiplin waktu dalam mengatur bisnis. Bahkan, tidak sedikit para pengusaha yang baru merintis memakan waktu kerja yang lebih banyak. Namun, ketika kamu menghabiskan tenaga dan waktu yang banyak dalam membangun bisnis, maka hasilnya pun akan sepadan.

2. Menentukan Target Keuntungan Sendiri

Apapun pekerjaannya, kamu tentu harus memiliki target jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang. Bagi pengusaha, target menjadi sangat penting. Target yang jelas akan mempengaruhi motivasi dan strategi yang akan kamu terapkan dalam membangun bisnis.

Kelebihan ini mungkin tidak bisa dimiliki oleh karyawan kantoran, dikarenakan target telah ditetapkan oleh perusahaan. Karyawan semaksimal mungkin harus memenuhi target itu. Sedangkan bagi pengusaha, target dapat ditentukan sendiri dan disesuaikan dengan batas kemampuan diri.

3. Menjadi Pemimpin Sejak Awal

Jika karyawan kantoran memburu jenjang karir mulai dari bawah hingga ke top level management, pengusaha malah sebaliknya. Pengusaha akan menjadi founder dari bisnis rintisannya dan tidak menutup kemungkinan akan menjadi seorang CEO jika bisnisnya berkembang semakin besar.

Pengusaha dapat bebas mengatur bisnisnya sendiri dan hanya akan bersaing dengan kompetitor bisnis, bukan dengan sesama karyawan.

Selain itu, dengan menjadi seorang pengusaha, secara tidak langsung kamu melihat diri sendiri sebagai seorang pemimpin. Sukses atau tidaknya kamu dalam mengembangkan bisnis, merefleksikan kemampuanmu dalam memimpin.

Kelemahan Karir Sebagai Karyawan

Setiap pilihan memiliki kelemahan atau kekurangannya. Dan kelemahan ini dapat menjadi pertimbangan nantinya ketika kamu memutuskan untuk menjadi seorang karyawan. Apa saja kelemahan ketika menjadi seorang karyawan?

1. Harus Siap Diperintah

Karyawan bekerja untuk perusahaan. Tentu di dalam perusahaan terdapat bagian yang memiliki strata dan tingkatan jabatan. Ketika kamu berstatus sebagai karyawan baru, maka kamu akan sering berhadapan dengan atasan yang beraneka ragam. Hal ini perlu kamu latih untuk menyiapkan diri dan mental agar siap diperintah dalam jam kerja.

2. Bertanggung jawab Kepada Atasan

Ketika kamu menjadi seorang karyawan, kamu dituntut untuk bekerja secara maksimal dan mencapai target sesuai harapan atasan. Jika kinerjamu baik, maka atasan akan menerima dengan sikap yang baik, namun jika sebaliknya, maka kamu harus siap dengan segala konsekuensi.

Sebagian karyawan merasa hal ini adalah tekanan yang terus menghantui, namun sebagian lainnya merasa bahwa itu adalah motivasi agar tetap bekerja dengan baik.

3. Penghasilan Cenderung Tetap (stagnan)

Bagi beberapa karyawan, cukup sulit untuk mendapatkan kenaikan gaji. Butuh tenaga ekstra untuk mendapatkan upah lebih, salah satunya dengan mengambil jam kerja lembur. Hal ini perlu dipertimbangkan ketika dalam tahap negosiasi gaji. Ketika proses interview, pastikan kamu telah membahas permasalahan salary dan proses kenaikannya.

Sedangkan pengusaha, pendapatannya cenderung beragam, tergantung strategi dan keahlian dalam membaca pasar. Karyawan pun sangat sulit untuk mencari sumber penghasilan lainnya jika mempertimbangkan jam kerja yang padat dan keterbatasan energi setiap hari.

Kelemahan Karir Sebagai Pengusaha

Kelemahan menjadi seorang pengusaha juga perlu kamu pertimbangkan nantinya. Hal ini mencakup beberapa hal yang bagi sebagian orang takut mengambil resiko.

1. Jam Kerja yang Tidak Pasti

Jam kerja seorang pengusaha tentu berbeda dengan jam kerja karyawan. Selain karena tidak terikat oleh waktu-waktu tertentu, namun juga tidak ada yang mengikat selain diri sendiri. Sayangnya, memiliki jam kerja fleksibel itu tidak seindah yang dibayangkan.

Para pengusaha yang membangun bisnis rintisan perlu memfokuskan diri untuk bekerja lebih dari jam kerja para karyawan. Pengusaha terlihat lebih santai ketika bisnisnya sudah berkembang dengan baik, namun perlu jam kerja serta tenaga lebih ketika memulai.

2. Pendapatan Tidak Stabil

Satu sisi hal ini menjadi keuntungan, di mana pengusaha berpeluang untuk menerima pendapatan yang tidak terbatas. Lain halnya dengan karyawan, yang hanya dapat menerima gaji sebesar angka yang tertulis dalam kontrak kerja.

Sayangnya, besar pula kemungkinan bahwa pengusaha tidak mendapatkan gaji yang diharapkan per bulannya. Pengusaha sangat bergantung pada kondisi dan strategi pasar. Untuk itu, kamu perlu siapkan diri jika ingin terjun menjadi pengusaha.

3. Memiliki Resiko yang Beragam

Menjadi seorang pengusaha jelas memiliki resiko, baik melibatkan pribadi maupun pihak lainnya. Resiko masalah keuangan seperti terlilit hutang, kerugian, penipuan, dan hal buruk lainnya kerap berada di lingkungan pengusaha. Bagi kamu yang takut mengambil resiko, mungkin pengusaha bukanlah pilihan karir yang tepat.

Karyawan Dibayar karena Jasa, Pengusaha Dibayar karena Hasil Pencapaian

pengusaha
Meskipun sama-sama ingin sukses, kedua jenis pekerjaan ini memiliki gengsi yang tidak ada habisnya

Setelah melihat kelebihan dan kekurangan dari seorang karyawan vs pengusaha di atas, tentu kamu semakin paham untuk menimbangnya.

Sebagai tambahan untuk perbandingan, seorang karyawan akan semakin bagus jika bekerja di lingkungan yang nyaman, di perusahaan yang  bonafide, memiliki goal oriented, dan jiwa kompetitif. Hal ini penting untuk melihat bahwa karyawan akan mendapatkan kenaikan upah ketika bekerja dengan baik.

Sedangkan pengusaha adalah sebaliknya. Mereka akan mendapatkan upah tergantung seberapa besar dan gigih dalam mengelola bisnis. Seorang pengusaha akan menyadari bahwa mereka akan mendapatkan keuntungan tergantung seberapa besar upaya yang dikeluarkan.

Karyawan Bertindak, Pengusaha Mendengar

karyawan
Menjadi karyawan yang inovatif dan pekerja keras memungkinkan mendapatkan jenjang karir yang jelas

Bagian ini bisa dilihat sebagai sebuah perumpamaan dari kinerja kedua status pekerjaan ini secara umum. Seorang karyawan akan berkutat pada pekerjaan rutinitas yang telah diatur dalam kontrak kerja. Karyawan akan fokus mengerjakan apa yang diperintahkan oleh atasan dan berkutat di layar monitor hingga jam kerja usai.

Sedangkan pengusaha membutuhkan keahlian yang berbeda. Perlunya bagi seorang pengusaha untuk peka terhadap tren pasar dan memetakan segmentasi konsumen. Bersikap inovatif, kreatif, dan berkeinginan untuk maju sudah menjadi kewajiban bagi pengusaha.

Bagaimana? Apakah kamu sudah siap berdiskusi dengan orang tua tentang pilihan karirmu ke depan? Jangan khawatir, jika kamu dapat mengkomunikasikannya dengan baik dan jelas bersama orang-orang terdekatmu, maka akan lebih mudah untuk membuat mereka mengerti.

Jika ada pertanyaan seputar pilihan karir, silakan tulis di kolom komentar dan bagikan artikel informatif ini ke rekan-rekanmu, ya.

interviewer

6 Pertanyaan yang Harus Kamu Ajukan Kepada Interviewer

Ketika proses interview hampir selesai, dan recruiter memberikan kesempatan untukmu bertanya, maka jangan pernah katakan “tidak ada,” atau “sudah cukup,”. Meskipun dengan niat mempercepat waktu, namun hal ini malah akan membuatmu terlihat kurang antusias. Ingat, pertanyaan untuk interviewer itu penting dan interview adalah tahap penentu yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Sebagai langkah lanjutan setelah sebelumnya kamu mempersiapkan jawaban, kini saatnya kamu siapkan pertanyaan untuk para recruiter. Kenapa hal ini penting?

Secara sederhananya, momen ini menjadi tolak ukur seberapa besar antusiasmu kepada calon perusahaan. Selain tentunya kamu akan mendapatkan informasi lengkap seputar posisi yang kamu lamar, lingkungan, budaya, dan rekan kerja. Sehingga bayanganmu terhadap pekerjaan itu semakin jelas. Dan satu hal yang penting, kamu tidak perlu menunggu lama.

Agar kamu mendapatkan nilai sempurna dalam interview, tim berkarir.id telah merangkum pertanyaan apa saja yang sebaiknya kamu tanya kepada interviewer, sebagai berikut:

Pertanyaan untuk Interviewer 1: Tanyakan Seputar Budaya Perusahaan

suasana kerja
Suasana kerja dan rekan tim adalah hal yang penting dalam menunjang mood dalam bekerja

Bertanya seputar budaya perusahaan penting untuk mempertimbangkan tujuan karirmu ke depan. Kamu dapat dengan tepat mempersiapkan strategi ke depannya agar tidak salah menjalankan sikap kerja.

Beberapa contoh pertanyaan yang bisa kamu ajukan seputar budaya perusahaan adalah:

Seperti apa visi dan misi perusahaan ini?

Pertanyaan ini menunjukkan bahwa kamu ingin tahu lebih banyak perihal dasar tujuan dan arah jangka panjang dari calon perusahaan. Namun sebagai catatan, kamu harus pastikan bahwa calon perusahaan ini tidak mencantumkan visi dan misi di dalam website resminya.

Jika terdapat keterangan tentang visi dan misi perusahaan di situs resmi, jangan tanyakan pertanyaan ini.

Seperti apa rencana pengembangan perusahaan ini ke depannya?

Pertanyaan ini akan membuatmu paham secara teknis tentang bagaimana langkah ke depan calon perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya. Pertanyaan ini pun membuatmu untuk terlihat lebih meyakinkan.

Bagaimana cara perusahaan mengkaji kualitas kinerja saya nantinya?

Mencari tahu tentang budaya perusahaan juga mencangkup perihal bagaimana proses apresiasi kinerja nantinya. Sebagai karyawan, kamu tentu memiliki motivasi dalam bekerja, dan itu sangat dipengaruhi oleh lingkungan kerja yang mendukung atau pun tidak. Pertanyaan ini membuatmu lebih tampak profesional.

Pertanyaan untuk Interviewer 2: Tanyakan Perihal Kebutuhan dan Detail Posisi

Setelah sebelumnya para interviewer menanyakan perihal pengetahuanmu tentang posisi yang dilamar, kini sebaliknya. Kamu dapat menanyakan perihal kebutuhan posisi yang dilamar secara lebih terperinci. Hal ini untuk memastikan apakah kamu benar-benar tepat bekerja pada posisi ini. Selain itu, kamu akan memahami apa saja kekurangan dan kelebihanmu.

Berikut contoh pertanyaan yang bisa kamu tanyakan perihal kebutuhan detail posisi:

Berapa orang yang dibutuhkan dalam posisi ini?

Pertanyaan ini sudah umum ditanyakan. Beberapa HRD pun akan memberitahukannya ketika telah masuk pada tahap interview lanjutan. Namun, tidak ada salahnya jika kamu menanyakan hal ini terlebih dahulu. Setidaknya kamu akan tahu seberapa besar persentase keberhasilanmu.

Karakter karyawan seperti apa yang dibutuhkan pada posisi ini?

Pertanyaan ini tentu akan membuat para interviewer menaruh perhatian kepadamu. Menanyakan perihal karakter yang dibutuhkan tentu hanya diketahui oleh para recruiter. Dengan pertanyaan seperti ini, kamu akan dapat menilai apakah kamu termasuk dalam karakter yang disebutkan.

Apa saja lingkup pekerjaan untuk posisi ini?

Pertanyaan ini mencakup secara rinci apa saja bagian pekerjaan yang akan kamu kerjakan. Lebih tepatnya, pertanyaan ini menjadi gambaran apa saja bagian pekerjaan ke depan dan mengukur siap atau tidaknya kamu dengan posisi ini.

Apa yang menjadi tantangan terbesar nantinya ketika diterima pada posisi ini?

Sebagai ancang-ancang untuk bekerja secara baik nantinya, kamu perlu tahu tantangan dan resiko dalam sebuah posisi. Jika interviewer memberikan jawaban yang jelas, maka kamu perlu mencatat dan menimbang-nimbang hal itu secara serius. Hal ini ditujukan agar kamu tidak kesulitan dalam bekerja setelah memahami tantangannya.

Pertanyaan untuk Interviewer 3: Tanyakan Perihal Tim Kerja

wawancara formal
Tanyakan secara detail perihal budaya kerja hingga kondisi tim kerja

Tim kerja menjadi bagian yang perlu dipertimbangkan dalam bekerja. Ketika bekerja nantinya, jam kerjamu akan mungkin dihabiskan bersama-sama. Baik kerja kolaborasi dengan tim atau sekadar berada satu ruangan bersama rekan kerja lainnya, sedikit banyak akan memengaruhi kinerjamu.

Mengajukan pertanyaan ini cukup penting, agar kamu mendapat gambaran tentang bagaimana situasi dan cara komunikasi dalam tim. Dan melihat apakah kamu siap untuk bekerja dengan orang-orang tersebut.

Berikut contoh pertanyaan perihal tim kerja yang bisa kamu tanyakan pada interviewer:

Apakah posisi ini akan lebih banyak kerja tim atau kerja individu?

Pertanyaan ini akan memberikan jawaban bahwa kamu dituntut untuk bekerja secara mandiri atau kolaborasi. Setelah mendapatkan jawabannya, kamu diharapkan mampu mempersiapkan cara komunikasi yang tepat untuk kerja tim maupun individu.

Apakah ini posisi baru ataukah saya hanya menggantikan yang sebelumnya?

Jawaban dari pertanyaan ini untuk memastikan apakah posisi yang dilamar urgent dan segera dibutuhkan atau tidak. Jika iya, kamu perlu bersiap diri untuk proses penyesuaian dengan cepat.

Seberapa besar tim kerja ini nantinya?

Besar atau tidaknya tim kerja ini nantinya akan memengaruhi strategimu untuk proses menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja secara cepat. Ketika tim kerja cukup besar.

Kepada siapa saja saya akan berinteraksi dan bekerja sama secara langsung?

Jika bertanya tentang hal ini, kamu diharapkan mendapatkan informasi secara jelas perihal posisi strategis yang langsung berhubungan dengan lingkup kerjamu. Jika kamu telah memahami siapa saja yang akan berinteraksi dan bekerja sama secara langsung denganmu, maka langkah selanjutnya memahami pola komunikasi dengan mereka.

Pertanyaan untuk Interviewer 4: Tanyakan Tingkat Keberhasilan Pada Posisi Nanti

target kerja
Karyawan yang memiliki target terhadap keberhasilan menjadi poin penting bagi kandidat

Bagian ini untuk melihat peluang jenjang karir ke depan. Setiap perusahaan memiliki cara penilaiannya masing-masing terhadap karyawan. Sebagai karyawan baru yang akan mengisi sebuah posisi dan bekerja sama dengan rekan tim lainnya, tidak memungkiri terdapat persaingan. Hal ini perlu kamu perhatikan bagaimana menyusun strategi tertentu.

Apa saja pertanyaan yang bisa ditanyakan perihal tingkat keberhasilan pada sebuah posisi? Coba pertanyaan berikut:

Bagaimana aspek penilaian dalam bekerja pada perusahaan ini?

Tanyakan pertanyaan ini untuk mengetahui bagaimana perusahaan melakukan penilaian terhadap kamu nantinya.

Bagaimana kinerja yang dianggap berhasil dan bagaimana yang dianggap gagal dalam perusahaan ini?

Simak jawaban interviewer dengan jelas ketika kamu menanyakan hal ini. Informasi ini penting sebagai catatan apa saja yang menjadi patokan keberhasilan dan kegagalan dalam bekerja.

Pencapaian apa saja yang diharapkan dalam 3 bulan ke depan, jika saya diterima?

Pertanyaan ini selain mengharapkan jawaban yang jelas tentang target jangka pendek perusahaan, sekaligus memberikan dampak yang bagus di mata interviewer. Kamu dapat dinilai sebagai seseorang yang goal oriented.

Bagaimana jenjang karir yang akan saya lalui nantinya dalam posisi ini?

Menanyakan perihal jenjang karir tidak menjadi sebuah permasalahan ketika di tahap interview. Hal ini justru akan memberikan nilai tambah di mata recruiter. Kamu bisa dinilai sebagai kandidat yang antusias.

Pertanyaan untuk Interviewer 5: Tanyakan Apakah Ada Masa Orientasi atau Training

Pertanyaan ini ditujukan untuk memastikan apakah setelah kamu lolos dan diterima bekerja nantinya terdapat masa orientasi atau pelatihan. Lama atau tidaknya masa pelatihan tergantung dari kebijakan perusahaan.

Berapa lama masa percobaan atau masa orientasi ketika diterima nantinya?

Pertanyaan ini penting ditanyakan agar kamu dapat bersiap dengan durasi orientasi dan training dari perusahaan. Pastikan kamu mendapatkan informasi selengkap mungkin ketika bertemu dengan para recruiter.

Pertanyaan untuk Interviewer 6: Tanyakan Kepastian Waktu Pengumuman

Menunggu pengumuman lolos atau tidak memang memakan banyak waktu dan emosi. Meskipun kamu dapat mengisi waktu menunggu dengan mendaftar peluang lainnya, kamu juga perlu untuk mendapatkan kejelasan tentang kelanjutan proses rekrutmen.

Selain kamu bisa bertanya kepastian waktu pengumuman di saat interview, kamu pun disarankan untuk mem-follow up hasil interview melalui email atau via telpon.

Jika kamu ingin bertanya perihal kepastian waktu pengumuman, berikut contoh pertanyaannya:

Bagaimana alur tes penerimaan karyawan di perusahaan ini?

Kamu akan mendapatkan jawaban yang jelas perihal alur tes yang sedang kamu lalui. Informasi ini sangat penting untuk mempersiapkan langkah-langkah selanjutnya dalam proses rekrutmen. Bahkan, kamu akan melihat seberapa profesionalnya calon perusahaan dengan melihat proses mereka dalam menyeleksi kandidat.

Apakah setelah ini ada tahap selanjutnya?

Pertanyaan ini cukup ditanyakan jika durasi interview tidak banyak. Kamu dapat menanyakan hal ini ketika di menit-menit akhir interview.

Apakah saya termasuk kandidat yang dibutuhkan?

Sebelum menanyakan hal ini, pastikan kamu memiliki sisa waktu interview yang berlebih, pun melihat para interviewer yang masih bersemangat untuk berbicara denganmu.

Pertanyaan ini mungkin jarang ditanyakan oleh kandidat lain, namun kamu dapat menggunakan pertanyaan ini sebagai bentuk meyakinkan mereka bahwa kamu kandidat yang antusias.

Selalu Ajukan Pertanyaan Ketika Diminta

wanita karir
Terlihat antusias dan aktif adalah kunci kamu akan dilirik oleh interviewer

Jangan pasif ketika interview. Kamu bisa memainkan gestur dan bahasa tubuh yang meyakinkan ketika menjawab pertanyaan interviewer. Selain itu, kamu dapat menggunakan daftar beberapa pertanyaan di atas. Dengan mengajukan pertanyaan, kamu dapat terlihat aktif dan antusias ketika melamar pada posisi itu.

Jika kamu memiliki pertanyaan seputar interview, kamu dapat menuliskannya di kolom komentar. Jangan lupa untuk bagikan artikel ini kepada rekan-rekanmu yang sedang mencari kerja.