gaji

Gaji Selalu Habis Sebelum Akhir Bulan? Ubah Kebiasaanmu Dengan Pengelolaan Gaji Berikut!

Kenapa kebanyakan orang merasa tertekan dan pusing ketika mulai mendekati tanggal tua? Hal ini mungkin dikarenakan tanggung jawab, pemasukan, dan gaya hidup masing-masing orang yang berbeda. Ada yang harus membayar uang sewa kos, cicilan rumah, tagihan listrik, atau membiayai kehidupan orang tua dan anaknya bagi mereka yang merupakan sandwich generation.

Namun, kebanyakan orang selalu merasa bahwa gajinya tidak pernah cukup meskipun bagi orang lain kebalikannya. Jika ditimbang lebih rinci, mungkin hal itu merupakan akibat dari pengelolaan keuangan yang tidak terorganisir dengan baik.

Pengeluaran yang tidak terorganisir dapat mencelakai keuanganmu baik dalam waktu dekat maupun di masa mendatang. Khususnya dengan kondisi ekonomi dunia yang tidak menentu dan adanya ancaman resesi.

Keuangan yang tidak dijaga juga akan berdampak kepada kualitas kehidupan serta pekerjaanmu. Gaji yang sebenarnya dapat kamu investasikan untuk keperluan pengembangan diri serta kualitas hidup seperti pelatihan skill, update peralatan kerja, atau asuransi kesehatan akan terbuang sia-sia jika kamu tidak mulai mengelola keuanganmu.

Untuk itu, tim berkarir.id telah menyiapkan cara-cara yang dapat kamu jadikan opsi untuk memperbaiki kondisi keuanganmu.

Bagaimana Caranya Mengelola Gaji yang Baik?

gaji

1. Sisihkan Kebutuhan Berdasarkan Skala Prioritas

Apa yang kamu lakukan setelah mendapatkan gaji? Di tanggal muda, saat orang-orang biasanya baru saja mendapat gaji, kebanyakan dari mereka akan menggunakannya untuk shopping, makan di tempat mahal, atau menggunakannya untuk keinginan yang sebenarnya dapat ditunda. Kebiasaan inilah yang dapat membuat orang-orang kehilangan hampir seluruh gajinya di akhir bulan. Lalu bagaimana mengatasinya?

Saat menerima gaji, langsung pisahkan uang yang kamu dapat berdasarkan skala prioritas kebutuhanmu mulai dari primer, sekunder, hingga tersier.

Utamakan pembayaran kebutuhan primer seperti pembayaran cicilan, pajak, tagihan, dan uang makan selama sebulan. Lalu setelah itu, buat list kebutuhan sekunder seperti budget untuk me time, makan di luar, atau hal-hal lain yang jika tidak dipenuhi hanya akan berdampak kecil pada kehidupanmu. Terakhir adalah kebutuhan tersier yang hampir sama dengan kebutuhan sekunder, namun bedanya adalah jika kebutuhan ini ditunda, tidak akan ada dampak yang merugikan kehidupanmu.

Tentunya skala prioritas tersebut tidak selalu sama di masing-masing orang. Kamu dapat menyesuaikan sendiri skala prioritas keuanganmu sendiri dan menimbang mana yang penting dan berguna bagi hidupmu.

Pastikan kamu telah merencanakan semua pengeluaran tersebut di awal bulan agar kamu memiliki kontrol terhadap seberapa banyak uang yang akan kamu keluarkan. Kamu dapat membuat checklist-mu sendiri secara digital di sebuah aplikasi atau juga menulisnya secara langsung pada secarik kertas.

Usahakan untuk menempatkan mereka di tempat yang dapat kamu lihat setiap hari agar kamu selalu teringat akan rencana keuanganmu. Kamu akan tanpa sadar mencoba “mengerem” keinginan-keinginan yang datang secara tiba-tiba.

2. Mulai Belajar Menabung dan Investasi

Selain digunakan untuk membayar kebutuhan hidup, jangan lupa untuk selalu menyisihkan gajimu untuk keperluan menabung dan investasi. Selain  digunakan sebagai dana darurat, uang yang kamu tabung dan investasikan juga dapat berfungsi untuk mencapai tujuan tertentu seperti dana pensiun, biaya sekolah anak, dan lain-lain.

Namun, mana yang lebih baik di antara menabung dan investasi?

Menabung merupakan cara yang lebih aman untuk mengakumulasikan uang bagi kamu yang tidak suka dengan resiko dan cenderung mencari jalan yang aman. Agar tabunganmu tetap aman dan tersimpan sebagaimana mestinya, kamu dapat mengakalinya dengan membaginya ke dalam beberapa pos penyimpanan. Artinya, kamu menggunakan rekening yang berbeda dengan rekening yang kamu gunakan untuk keperluan sehari-hari.

Investasi sendiri merupakan opsi yang juga banyak disukai orang karena potensinya yang dapat meningkatkan nilai uangmu. Bentuk investasi pun kini bermacam-macam, mulai dari reksadana, saham, deposito, obligasi, dan masih banyak lagi.

Bingung untuk memilih? Simak pro dan kontra dari masing-masing pilihan tersebut:

Pro Kontra
MenabungUang yang kamu simpan tidak akan berkurang

Kamu dapat merencanakan untuk mencapai tujuanmu dengan waktu yang dapat kamu tetapkan sendiri
Saat terjadi inflasi, kamu dapat kehilangan daya beli

Membutuhkan waktu yang relatif lebih lama dibandingkan investasi jika kamu ingin mencapai suatu tujuan
InvestasiBerpotensi mendapatkan uang yang lebih besar dari jumlah yang diinvestasikan

Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai suatu target karena kamu mendapatkan pemasukan lebih
Karena sifatnya yang tidak mudah diprediksi, terdapat resiko kerugian

Tipe manapun yang kamu pilih, selalu ada pro dan kontra dalam keduanya. Yang harus kamu lakukan adalah menyesuaikannya dengan kemampuan keuangan dan rencana hidupmu.

3. Cari “Side Hustle”

Jika kamu sudah melakukan segala upaya untuk menekan pengeluaranmu namun masih merasa gajimu belum mampu menutupi semua kebutuhanmu, opsi terakhir adalah untuk mencari side hustle atau pekerjaan sampingan.

Di zaman sekarang ini, banyak dari karyawan kantoran yang juga memiliki pekerjaan sampingan di waktu luangnya. Entah membuka bisnis online, bekerja sebagai pekerja lepas (freelancer), maupun memiliki double job di perusahaan lain. Tujuannya sudah tentu untuk mendapatkan pemasukan yang lebih dari gaji di pekerjaan utamanya.

Namun, sebelum kamu berpikir untuk memiliki double job, pastikan bahwa hal tersebut tidak bertentangan dengan perjanjian dengan perusahaan tempatmu bekerja. Karena pada beberapa perusahaan, mereka secara jelas melarang pekerjanya untuk bekerja di tempat lain.

Namun begitu, jika memang kamu benar-benar harus mendapatkan pekerjaan sampingan, kamu dapat membicarakan mengenai kondisimu tersebut kepada atasan untuk memperoleh pemakluman. Pastikan bahwa side hustle-mu memiliki waktu kerja fleksibel sehingga tidak mengganggu pekerjaan utamamu, ya.

4. Catat Pengeluaranmu

Untuk lebih memperketat pengeluaran yang kamu buat, selain dengan membuat checklist kebutuhan, kamu juga perlu melakukan tracking pengeluaranmu dengan membuat catatan khusus.

Pastikan kamu selalu menyimpan struk belanjaan setiap kamu baru melakukan pengeluaran. Lalu buat list pengeluaran yang sudah dilakukan berdasarkan struk belanjaan tersebut. Pada setiap akhir bulan, kamu dapat memonitor apakah pengeluaran yang kamu lakukan sesuai dengan checklist perencanaan yang sudah kamu buat sebelumnya. Dari sini kamu dapat menyesuaikan pengeluaran mana yang dapat dikurangi guna lebih menekan budget.

Kamu dapat memanfaatkan banyak aplikasi tracking keuangan yang dapat dengan mudah membantumu dalam mencatat pengeluaran.

5. Tentukan Target Hidup

Agar dapat mengorganisir keuangan dan gaji dengan lebih teratur, pertama kamu harus menentukan apa tujuan hidupmu yang ingin kamu capai. Selain menjadi motivasi dalam mengelola keuangan, hal ini juga berguna agar pengeluaran dan hidupmu lebih terarah.

Tujuan hidup seseorang tentunya subjektif dan dapat beragam. Mulai dari ingin membeli rumah, ingin mendapat financial security saat hari tua, melunasi hutang, ingin liburan keliling dunia atau ingin menyekolahkan anak ke luar negeri. Jadi pastikan kamu memiliki keinginan jangka pendek, menengah, hingga panjang agar keuanganmu lebih terarah.

Setelah kamu tahu apa yang ingin kamu capai dalam kehidupanmu, tulislah daftar tersebut ke dalam sebuah time capsule atau wishlist yang dapat kamu lihat setiap hari. Hal ini dimaksudkan agar kamu selalu teringat dengan goals-mu sehingga kamu tidak akan tergoda untuk melakukan pengeluaran yang tidak perlu.

6. Menemui Perencana Keuangan

Jika kamu tidak memiliki pengetahuan yang cukup dan merasa sulit untuk mengelola sendiri keuanganmu, konsultasi ke perencana keuangan adalah solusinya.

Mereka yang disebut dengan penasihat atau perencana keuangan akan berperan sebagai ‘rekan’-mu. Mereka akan membantumu untuk mencapai tujuan-tujuanmu yang sebelumnya telah kamu tetapkan seperti mempersiapkan dana pensiun, pelunasan hutang, investasi, berlibur, hingga biaya pendidikan anak.

Ia akan membantumu untuk menyusun rencana kedepannya yang harus dilakukan demi mendapatkan tujuan-tujuan tersebut. Bagaimana caranya?

Pertama, mereka akan memberikan opsi terhadapmu mengenai pilihan-pilihan keuangan yang dapat kamu ambil untuk mencapai tujuan tersebut. Opsi seperti apa? Pilihan tersebut beragam mulai dari investasi saham, reksadana, hingga menabung emas. Jika sebelumnya kamu merasa takut untuk memulai investasi, dengan adanya jasa perencana keuangan mereka akan membimbingmu untuk dapat menguasainya.

Selain itu, mereka juga akan menjadi semacam ‘pengawas’ keuanganmu yang akan memberitahu bagaimana kamu harus menggunakan uangmu. Karenanya, dengan menyewa jasa penasihat keuangan itu berarti kamu telah setuju untuk saling terbuka mengenai keuanganmu, mulai dari pemasukan, cicilan hingga utang yang kamu miliki.

Lebih praktis bukan? Tentu saja hal tersebut senilai dengan bayaran yang harus kamu keluarkan untuk berkonsultasi yang bisa dibilang lumayan menguras kocek.

Perencanaan keuangan yang baik akan sedikit banyak membantu kondisi keuangan bahkan kehidupanmu. Setelah menerapkan pengelolaan keuangan yang maksimal, kamu jadi tidak perlu takut lagi akan tanggal tua karena kamu telah memanfaatkan gajimu dengan maksimal.

Tinggalkan pertanyaan dan pesanmu di kolom komentar, dan jangan lupa untuk membagikan tulisan ini kepada teman-temanmu, ya!

manager

8 Kemampuan Yang Harus Disiapkan Sebelum Jadi Manajer

I’m not a great manager; I try to be a great leader,”. Sepenggal kalimat dari Evan Spiegel, CEO aplikasi Snapchat yang pada 2015 lalu baru berumur 24 tahun. Di umur yang masih muda itu, Evan bercerita tentang proses yang ia lalui dengan rendah hati dan bagaimana ia membangun perusahaan yang kini bernilai $15 juta U.S tersebut.

Seorang manajer, bahkan sekelas CEO pun harus tetap merasa rendah hati dan menjaga attitude bagi lingkungan kerjanya. Sebagaimana layaknya seorang pemimpin yang baik, manajer pun harus bisa merangkul semua bawahannya tanpa mendiskriminasikan suatu golongan.

Apakah bisa seorang manajer muda dapat mencapai posisi terbaik meskipun tidak memiliki pengalaman yang lama?

Tentu jawabannya bisa, karena umur dan pengalaman bukanlah satu-satunya yang bisa dikaitkan. Namun, umur dan keahlian, inovasi, attitude, hingga kepemimpinan bisa menjadi suatu keterkaitan yang dipertimbangkan.

Kemudian, bagaimana cara kamu agar bisa menjadi manajer hebat di usia muda? Dalam artikel ini, tim berkarir.id akan membahas beberapa kemampuan yang bisa membuatmu menjadi seorang manajer hebat tanpa harus menunggu usia tua. Simak 8 kemampuan yang harus disiapkan sebelum jadi manajer berikut:

Skill Manajer 1: Leadership dan Attitude

rapat
Seorang manajer harus dapat memimpin serta merangkul setiap karyawannya.

Setiap perusahaan memiliki tingkatan hierarki dalam membuat sebuah kebijakan. Hierarki manajemen ini memiliki peran dan tanggung jawabnya masing-masing. Manajer yang baik seharusnya dapat berperan sebagai fasilitator saat berada di lingkungan kerja dan menyesuaikan berbagai hal untuk menghasilkan output yang menguntungkan.

Mengasah kemampuan kepemimpinan adalah hal penting. Bagaimana tidak, jika seorang manajer memiliki tanggung jawab kepada karyawan yang memiliki pemikiran yang beragam. Memimpin banyak kepala penuh ide tentu sulit, apalagi jika karyawan yang dipimpin merupakan sekumpulan anak muda dengan berbagai idealisme.

Salah satu hal yang bisa kamu lakukan adalah mampu menyatukan banyak ide atau memilih solusi yang paling tepat terhadap masalah yang dihadapi. Kunci sukses dalam leadership adalah dengan belajar mendelegasikan secara efektif baik tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas maupun otoritas yang diperlukan dalam menyelesaikannya.

Beberapa manajer merasa bahwa mereka perlu mengontrol secara ketat setiap hal kecil yang karyawan lakukan. Hal ini justru bisa berdampak buruk. Hal ini akan membuat karyawan merasa terkekang dan sulit untuk berkembang. Seharusnya, ketika kamu memberi tugas kepada bawahan, sangat penting bagimu mengembangkan kepercayaan diri mereka.

Perihal attitude atau sikap, seorang manajer yang baik adalah ketika kamu berani mempertanggung jawabkan kesalahan karyawanmu dengan bijak. Jangan bersikap seolah-olah kamu berkuasa atas mereka. Dampak yang ditimbulkan adalah terciptanya sebuah budaya di mana karyawan merasa nyaman dalam berproses dan lebih berani mengembangkan diri.

Ketika karyawan melakukan kesalahan, hal tersebut memungkinkan mereka untuk berinovasi dan belajar untuk berkembang. Karyawan yang belajar dari kesalahannya akan tumbuh menjadi pekerja yang lebih baik. Sedangkan bagi mereka yang tidak pernah melakukan kesalahan di tahap awal dan selalu bermain aman, maka mereka tidak pernah berani untuk mencoba hal yang lebih menantang.

Ketika kamu menjadi seorang manajer, sikap profesional tentu harus tetap ditunjukkan. Hal ini sebagai bukti bahwa kamu dapat merepresentasikan sikap pemimpin yang baik.

Beberapa contoh sikap profesional yang kadang luput bagi kebanyakan manajer seperti:

  1. Menghadiri rapat tepat waktu. Hal ini menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang bertanggung jawab dan menghargai waktu orang lain.
  2. Seringlah menyebutkan maaf dan terima kasih. Sikap ini penting untuk menunjukkan kamu berwibawa dan sopan.
  3. Meminimalisirkan penggunaan telepon di saat rapat atau di saat jam kerja.

Skill Manajer 2: Target Oriented dan Beri Apresiasi dan Motivasi

target kerja
Bekerja sesuai target dan apresiasi setiap proses yang dilalui oleh karyawan.

Memiliki tujuan yang jelas dan konkret akan memberikan wewenang pada karyawan dan membuat mereka fokus bekerja. Uraikan secara jelas apa yang kamu targetkan, kapan tenggat waktunya, dan apa yang kamu lakukan dengan hasilnya.

Berikan masukan yang berorientasi pada tujuan. Memberikan masukan yang cepat kepada karyawan yang terfokus pada usaha mereka dapat membantu mendorong ke arah kemajuan. Kamu dapat mengadakan pertemuan skala kecil atau perorangan. Utarakan pendapat dan masukkanmu secara jelas.

Sebagai salah satu langkah konkret, yang bisa kamu gunakan adalah dengan mengatur jadwal pertemuan untuk memberikan masukkan dan evaluasi. Lakukan secara berkala sesuai jadwal tersebut hingga karyawan tahu kapan meluangkan waktu di sela-sela jadwal kerja mereka.

Dalam pertemuan secara berkala tersebut, tidak melulu membahas target, sisipkan beberapa kesempatan untuk memberikan kalimat-kalimat apresiasi dan juga motivasi kepada karyawan. Hal ini akan memotivasi mereka untuk mengejar target dan keberhasilan.

Manajer layaknya seorang motivator dalam sesi pembangunan karakter, atau seorang konduktor dalam memimpin sebuah orkestra. Terhubung dengan setiap anggota dalam satu visi yang masa dan menghasilkan instrumen musik yang indah. Manajer yang baik adalah seorang pemimpin yang baik.

Skill Manajer 3: Komunikasi yang Bagus

diskusi
Seorang manajer haruslah menjadi seorang komunikator yang jelas, cerdas, dan efisien.

Bagian ini terdengar sederhana dan overrated. Tapi kebanyakan manajer tidak memfokuskan pada hal ini. Komunikasi yang dimaksud bukanlah gaya berbahasa dengan karyawan ketika memberikan tugas atau berapa banyak bahasa yang kamu kuasai. Namun, perihal bagaimana pertukaran informasi dua arah yang menghasilkan keuntungan.

Komunikasi yang dilakukan harus terjadi dua arah, saling bertukar informasi. Jadilah pendengar yang baik. Ada saatnya karyawanmu berbicara dan kamu benar-benar mendengarkan aspirasi mereka. Jika kamu ingin menjadi komunikator yang baik, kamu perlu terbuka dengan pendapat orang lain. Berikan perhatian secara penuh kepada lawan bicara sebelum memberi tanggapan.

Komunikasi yang baik tidak hanya membuat proses kerja semakin lancar, namun juga berdampak pada relasi yang bagus bersama lingkup kerjamu.

Cara komunikasi yang benar juga akan menyelesaikan masalah dengan cepat. Komunikasikan setiap masalah bersama pihak yang terkait. Misalnya, ketika perusahaan sedang dalam masalah keuangan, berdiskusilah dengan karyawan yang mengurus bidang keuangan. Jangan mencampur aduk setiap masalah dengan karyawan yang tidak berhubungan dengan hal itu.

Memelihara komunikasi yang terbuka akan membuatmu mengetahui masalah dengan cepat, sehingga langkah penyelesaiannya pun dapat segera dilakukan. Jangan meminimalisir atau membiarkan masalah karyawan terus berlangsung lama. Pastikan kamu menjawab pertanyaan mereka sepenuhnya.

Tidak jarang, komunikasi manajer menjadi penentu kesuksesan sebuah perusahaan. Manajer dituntut untuk menjadi seorang komunikator yang handal. Jadilah pribadi yang komunikatif dan terus belajar berkomunikasi dengan baik. Selalu membuat pernyataan yang sesuai dengan fakta dan hindari menggunakan bahasa tentatif seperti kata “mungkin”.

Sebagai tambahan kemampuan teknis dalam berkomunikasi, kamu perlu melatih kemampuan komunikasi non verbal. Menjaga kontak mata saat berbicara menunjukkan keseriusanmu. Postur tubuh yang baik juga akan menambah kepercayaan diri yang harus dimiliki manajer. Kamu pun harus memastikan bahwa ekspresi wajahmu sesuai dengan pesan yang disampaikan.

Skill Manajer 4: Team Work

team work
Bekerja sama dengan karyawan adalah hal yang wajib ada di lingkungan kerja yang sehat.

Salah satu sifat yang mendukungmu untuk menjadi seorang manajer adalah ketika kamu bersemangat untuk bekerja dalam tim. Sesi brainstorming adalah kesempatanmu untuk bekerja sama dengan karyawan. Mengumpulkan ide, mendengarkan pendapat, dan menyeleksi ide-ide cerdas adalah kemampuan penting seorang manajer.

Memahami peran setiap karyawan dan memberikan tugas sesuai kemampuannya juga termasuk skill meramu tim. Kamu harus mampu menunjukkan sifat kolaboratif sehingga karyawan yang dipimpin terus menunjukkan semangat kemajuan.

Manajer yang memiliki kemampuan teamwork akan memikirkan kemajuan bersama. Jika salah satu anggota tim gagal, maka seorang manajer yang ideal juga ikut bertanggung jawab. Hal ini menyebabkan kamu harus merasa perlu meluangkan waktu untuk membantu karyawanmu setelah menyelesaikan tugas individu.

Seorang manajer akan memprioritaskan keberhasilan tim. Ketika karyawan yang dipimpin telah termotivasi, maka mereka juga akan melakukan hal yang serupa.

Skill Manajer 5: Tanggung Jawab dan Pandang Setara Setiap Karyawan

manajer mengawasi
Saling berkomunikasi dengan karyawan tanpa diskriminasi apapun wajib dilakukan oleh seorang manajer.

Kebanyakan manajer jarang memiliki sifat egaliter kepada bawahannya. Seringkali, tindakan pilih kasih dan tidak adil terjadi tanpa disadari. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa akan terjadi ketimpangan bagi karyawan dalam bekerja jika ini terjadi secara terus menerus. Pastikan kamu memperlakukan setiap karyawanmu dengan setara sehingga tidak menimbulkan konflik kecemburuan.

Selalu perhatikan ketika proses bonding dengan karyawan, gunakan pendekatan yang sesuai dengan karakter karyawanmu. Pastikan juga kamu memiliki nilai-nilai perusahaan yang menjadi batu pijakan dalam bekerja. Nilai-nilai perusahaan tersebut yang membuat karyawan bekerja dengan baik. Jika kamu mengatur organisasi dengan menghargai nilai-nilai dalam tim, mereka pun akan memberikan usaha yang terbaik.

Selain itu, langkah yang bisa kamu gunakan seperti menanyakan secara berkala kepada karyawan bagaimana mereka menghadapi pekerjaannya. Doronglah mereka untuk berkata jujur dan selalu temukan solusi ketika mereka mengalami kendala.

Rutin mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang kondisi karyawan akan membantumu untuk mengambil keputusan dan tindakan strategis yang penting bagi perusahaan.

Skill Manajer 6: Konsisten

konsisten
Bekerja dengan baik secara terus menerus adalah poin plus karyawan, apresiasi setiap hal yang mereka lakukan.

Konsisten menjadi hal penting yang harus dimiliki setiap manajer. Kamu diharuskan dapat mengatur standar untuk mengukur seberapa efektif dan sukses kinerjamu dan tim secara konsisten. Konsisten bisa menjaga performa tim tetap pada target yang dicapai. Dengan begitu, keseluruhan tim dan manajer akan dipandang baik oleh perusahaan secara merata.

Kendala dan hambatan akan tetap ada dalam mencapai target perusahaan, ditambah jika umurmu masih muda, kesalahan memang tidak pernah terelakan. Konsisten dan kerjakan setiap pekerjaan dengan sempurna. Ingat, keberhasilan adalah hasil kerja keras dan kerja keras dilakukan dengan konsisten dan berkelanjutan.

Skill Manajer 7: Mintalah Feedback Dari Eksekutif Lainnya

belajar
Berani belajar dan meminta masukan dari para eksekutif lainnya adalah hal wajar bagi seorang manajer.

Manajer yang bagus selalu ingin belajar dari setiap masukkan. Ketika kamu ingin mengurangi resiko kesalahan ke depannya, kamu dapat berdiskusi dengan rekan eksekutif lainnya, yang mungkin lebih senior di perusahaan tersebut. Hal ini sangat perlu, karena kamu dapat mengetahui hal apa saja yang menjadi resiko ke depan dan menyusun strategi antisipasi.

Belajar dengan para eksekutif lainnya pun dimaksudkan agar kamu terlihat akrab dan membangun relasi yang timbal balik. Meskipun memiliki posisi yang berbeda, tetap ada hal-hal yang bisa kamu dapatkan dari masukkan yang diberikan.

Skill Manajer 8: Visioner

visioner
Berpikir visioner harus dimiliki setiap manajer untuk terus maju.

Sebelum menjadi seorang manajer, kamu perlu melakukan refleksi diri untuk melihat visi yang akan kamu tempuh ke depannya. Ketika kamu memiliki visi yang jelas dan mengetahui cara untuk mewujudkannya, maka kamu telah mengasah kemampuan seorang manajer.

Visioner berarti memikirkan kemajuan tim dan cara untuk mencapai tujuan perusahaan. Seorang manajer memang seharusnya memiliki hasrat dan dorongan yang tidak mudah padam atau niat yang kuat untuk berhasil menerapkan visi perusahaan. Selain itu, menyusun strategi yang bagus untuk ke depannya termasuk sesuatu yang wajib kamu miliki.

Hal yang sudah pasti jika seorang manajer akan dihadapkan pada masalah setiap harinya. Untuk itu, kemampuan visioner membantu mengenali sumber daya yang dimiliki dan menggunakannya untuk mengatasi tantangan di depan mata.

Jadilah Manajer yang Profesional dan Berjiwa Pemimpin

kerja tim
Lakukan setiap pekerjaanmu dengan penuh keyakinan dan profesionalisme.

Seorang manajer akan bertemu banyak orang dengan berbagai karakter dan diharuskan untuk mampu mengelola seluruh karyawannya. Keluhan dari karyawan mungkin memang tidak terelakan, namun kamu harus mampu menangani keluhan dengan bijaksana dan adil.

Sebagai seorang pemimpin, manajer pun harus membangun kemampuan delegasi pada bawahannya. Delegasi yang berarti memberikan kepercayaan harus dibarengi dengan komunikasi yang baik. Jangan lakukan pemantauan yang terlalu ketat, namun, berilah tanggung jawab yang bersifat membangun.

Manajer yang berhasil mampu mengidentifikasi kekuatan karyawannya dan tidak ragu memberi apresiasi baik secara personal maupun di depan rekan kerjanya. Tentu hal ini berdampak positif kepada karyawan tersebut, dapat meningkatkan mood dan merasa bahagia untuk terus produktif. Dan jangan ragu untuk mengutarakan pada karyawan betapa kamu menghargai mereka.

Bagaimana sobat berkarir.id? Apakah sudah paham langkah-langkah yang akan kamu persiapkan untuk menjadi seorang manajer muda? Jika masih ada pertanyaan, silakan tulis di kolom komentar dan bagikan artikel ini di sosial mediamu, ya! Selamat berproses!

management trainee

7 Skill Wajib untuk Management Trainee, Posisi yang Diburu Fresh Graduate

Program management trainee masih menjadi pamor bagi fresh graduate.

Siapa yang tidak ingin memiliki jenjang karir yang jelas dan berkelanjutan hingga setara manajer? Tetapi, setiap tahun ratusan universitas dari dalam negeri melahirkan setidaknya 250 ribu orang lulusan baru. Angka ini cukup menunjukkan kondisi kompetitif yang harus dilalui para fresh graduate untuk meraih posisi strategis dalam karirnya.

Para fresh graduate yang minim pengalaman cenderung menyasar posisi entry-level yang memang tidak menuntut banyak pengalaman. Dan hingga saat ini, posisi entry-level management trainee masih menjadi animo bagi para lulusan baru.

Bagi kamu yang saat ini sedang mencari pekerjaan di job portal ataupun sosial media, dan menemukan posisi management trainee, artikel ini tepat untuk kamu baca. Tim berkarir.id sudah merangkum 10 skill wajib untuk fresh graduate yang ingin mendaftar pada Management Trainee:

1. Management Trainee Menuntut Kemampuan Interpersonal

kemampuan interpersonal kerja
Tingkatkan kemampuan interpersonalmu sebagai modal awal bekerja

Kemampuan Interpersonal secara sederhana dapat diartikan sebagai kemampuanmu secara efektif untuk berinteraksi dengan orang lain. Kemampuan interpersonal dapat berupa pendengar yang baik, menyampaikan pendapat dengan jelas, dan dapat bekerja sama dalam tim.

Kemampuan dasar ini wajib kamu kuasai sebagai modal awal dalam bekerja secara individu maupun kelompok nantinya. Bagaimana cara meningkatkan Interpersonal skill? Berikut tipsnya:

Perbanyak Memberi Senyuman

Salah satu hal yang berdampak pada orang yang memberikan senyuman adalah memunculkan energi positif. Hal ini penting untuk memberikan kesan positif kepada lawan bicaramu.

Apresiasi Setiap Lawan Bicara

Memberikan apresiasi kepada lawan bicara dapat berupa menjadi pendegar yang baik, memberikan respect, tidak menyinggung perasaan, dan selalu sopan. Cara ini terbukti ampuh untuk memberikan kesan profesional dan melatih komunikasi yang baik.

Pertahankan Team work (Kebersamaan)

Menciptakan suasana kebersamaan dengan melibatkan semua tim dalam setiap agenda dapat menimbulkan suasana menyenangkan. Hal ini penting untuk membuat kedekatan dan menimbulkan kehangatan dalam tim.

Hindari Keluhan

Hal ini sebisa mungkin jangan dilakukan di depan lawan bicaramu. Mengeluh berarti memberikan energi negatif. Namun perlu diingat, bahwa memendam tekanan terlalu sering juga tidak baik buat kesehatan dirimu. Kelola emosimu dari sekarang.

Tingkatkan Empati

Meningkatkan empati menjadi poin penting dalam mengasah kemampuan interpersonalmu. Dengan memiliki empati yang bagus membuatmu menjadi peka dengan kelompok kerja. Tentunya kemampuan ini dibarengi dengan kemampuan komunikasi yang baik pula.

2. Asah Skill Diplomasi untuk Posisi Management Trainee

kemampuan diplomasi kerja
Latihlah kemampuan diplomasimu dalam bekerja

Kemampuan diplomasi sangat berguna ketika kamu di posisi management trainee. Ketika menjalankan bisnis perusahaan, kamu akan sering dihadapkan pilihan yang membutuhkan negosiasi dan analisa yang tepat. Melatih kemampuan diplomasi juga akan dituntut nantinya ketika posisimu semakin meningkat.

3. Kecerdasan Emosional

Kecerdasan emosional merupakan kemampuan untuk memikirkan dan menggunakan emosi untuk meningkatkan kemampuan berpikir. Seorang MT akan sering berinteraksi dengan rekan kerja maupun klien, oleh karena itu kamu dituntut untuk tidak mencampur adukkan emosi pribadi dengan perihal pekerjaan.

Berikut yang bisa kamu coba untuk melatih kecerdasan emosi:

Kenali Emosi Diri

Mengenali emosi yang kamu rasakan penting untuk mengetahui kondisi dirimu. Jangan menyepelekan proses ini. Dengan memahami emosi diri, kamu akan paham untuk bersikap seperti apa dalam sebuah situasi. Hal ini sama dengan latihan mengontrol diri.

Berpikir Sebelum Bertindak

Membiasakan diri untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan merupakan salah satu latihan mengendalikan emosi. Pertimbangkan segala kemungkinan. Salah satu cara yang paling mudah untuk melatih hal ini adalah dengan banyak mendengarkan dibanding berbicara.

Memahami Tubuhmu Sendiri

Kecerdasan emosional berkaitan dengan kondisi tubuh. Ketika kamu dalam keadaan stres dan tertekan, reaksi tubuhmu dapat berupa kehilangan nafsu makan atau kesulitan tidur. Memahami kondisi tubuh menjadi penting untuk melatih kecerdasan emosional.

Dalam situasi tertentu, kamu akan dilatih untuk bekerja di bawah tekanan sebagai bentuk latihan mengontrol diri dan pikiran sembari dibebani tanggung jawab.

4. Problem Solving

Problem solving adalah proses berpikir yang dilakukan untuk memahami realitas dengan tujuan pengambilan keputusan, menemukan solusi yang efektif, dan menghasilkan sesuatu yang baru.

Ketika di posisi management trainee nantinya, kamu akan dituntut untuk dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan seefektif mungkin dan tidak merugikan perusahaan. Selain dituntut kerja sama tim, penting untuk kamu memiliki kemampuan ini sebagai kelebihan yang bisa ditonjolkan.

Bagaimana cara melatih kemampuan Problem solving? Berikut langkah-langkahnya:

Gunakan Metode Mind Mapping

Ketika menghadapi sebuah masalah,jangan terpaku pada gejala yang terlihat, namun penting menganalisa kunci masalah yang mendasari hal tersebut. Dengan metode mind mapping, kamu dapat terbantu dalam memetakan berbagai informasi yang kamu punya dan dapat memahami permasalahan.

Sebagai contoh, ketika kamu melihat grafik pendapatan perusahaan menurun, kamu jangan terpaku pada permasalahan pendistribusian wilayah, tetapi perlu melihat dari sisi strategi pemasaran bahkan kinerja karyawan sales.

Hal ini bertujuan untuk melihat sudut lain dalam mendefinisikan masalah dan dapat memetakan solusi yang bisa diambil.

Perbanyak Pengetahuan

Langkah ini bisa kamu lakukan dengan mendalami pengetahuan teknis pekerjaan yang kamu geluti. Ketika kamu mendalami bidang pekerjaanmu, tentu akan mudah untuk menyelesaikan permasalahan.

Seperti contoh, ketika kamu telah mendalami bidang marketing, maka setiap kendala yang kamu temui dapat teratasi dengan mudah.

Bermain game asah otak

Langkah ini cukup menarik yang bisa kamu lakukan. Bermain game asah otak akan melatihmu memecahkan permasalahan dan meningkatkan kinerja otak. Ketika kamu memiliki waktu senggang, cobalah bermain dan latih otakmu sesering mungkin.

5. Adaptif

Budaya adaptif adalah budaya organisasi di mana karyawan menerima perubahan, termasuk penyelarasan organisasi yang berkelanjutan dengan lingkungannya, juga perbaikan proses internal yang berkesinambungan.

Sebagai karyawan MT, kamu dituntut untuk mampu berkomunikasi, berinteraksi, memahami arahan, dan meningkatkan efektivitas kerja dalam tim. Efektivitas dan efisiensi pekerjaan yang tinggi akan menghasilkan kinerja yang tinggi pula. Oleh karena itu, skill adaptif harus kamu miliki agar dapat fleksibel dalam menerima perubahan.

6. Inovatif

Selama mengikuti program MT, kamu akan mendapatkan pengalaman yang beragam dalam menyelesaikan permasalahan secara individu maupun tim. Selain berpikir kreatif, kamu juga dituntut untuk inovatif. Inovatif merupakan kemampuanmu dalam mendayagunakan keahlian untuk menghasilkan sesuatu yang baru.

Bagaimana cara melatih diri untuk tetap inovatif? Berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan:

Cari Inspirasi Di mana pun

Ketika kamu terjebak dalam pikiran buntu dan sulit memecahkan masalah, cobalah untuk keluar dari ruangan dan mencari udara segar. Berjalan keluar ruangan dapat memberikan kesempatan otakmu untuk berpikir dan rehat sejenak.

Memandang hal-hal lain di luar ruangan dapat memberikan kesempatan otakmu untuk bereksplorasi. Setelah selesai dan menemukan sesuatu, kembalilah ke ruangan dengan pikiran yang lebih tenang.

Miliki Waktu Kreatif di Luar Jam Kantor

Kamu dapat mencoba hobi baru atau memaksimalkan waktu dengan berkegiatan yang meningkatkan kreativitas seperti bermain musik, olahraga otak, menonton film, memotret, melukis, dan lain sebagainya. Perlu diingat bahwa kamu dianjurkan untuk melakukan kegiatan di atas di luar jam kantor, ya.

Miliki Rasa Ingin Tahu yang Tinggi

Merawat rasa ingin tahu menjadi penting untuk mengasah kemampuan inovatif. Rasa ingin tahu akan membawamu pada eksplorasi pikiran yang tidak terbatas. Dengan membaca buku sebanyak mungkin dan mendengarkan podcast atau radio, kamu akan mendapatkan hal-hal informatif yang baru.

7. Resilience (Ketahanan)

kemampuan ketahanan kerja
Kemampuan ketahanan perlu kamu latih agar tidak mudah menyerah ketika dihadapkan pada beban pekerjaan

Dunia kerja berbeda dengan dunia kuliah, sudah pasti. Kamu akan diterpa berbagai tanggung jawab dan penugasan yang mungkin bisa datang bertubi-tubi. Ketika kamu terikat kontrak kerja, tidak semudah itu meninggalkannya begitu saja. Untuk itulah kamu perlu kemampuan ketahanan ketika menjadi seorang MT maupun manajer nantinya.

Selain melatih ketahanan fisik kamu pun juga harus melatih ketahanan pikiran. Bagaimana cara melatih ketahanan pikiran ketika bekerja? Berikut langkah-langkahnya:

Berlatih Kesadaran Penuh (mindfulness)

Kamu harus membiasakan untuk menaruh kesadaran dan perhatian penuh pada segala sesuatu yang kamu lakukan saat ini. Sederhananya, cobalah untuk fokus pada tarikan dan hembusan nafasmu saat ini.

Mengurangi Multitasking (Fokus pada Satu Tugas Spesifik)

Kerjakan sesuatu hingga selesai. Kamu akan lebih efektif jika mengerjakan sesuatu dengan fokus tanpa harus terdistraksi dengan tugas-tugas lainnya. Faktanya, manusia hanya dapat memproses secara efektif 40 bits dari 11 miliar bits informasi yang masuk ke otak setiap detiknya.

Menyeimbangkan Aktivitas Kerja dengan Istirahat Singkat

Bekerja dan berpikir menghabiskan banyak energi. Kamu perlu mengatur waktu untuk beristirahat singkat. Hal ini difungsikan agar kinerja otak dan otomu beristirahat sejenak dan bisa berpikir secara maksimal kembali.

Seorang management trainee diharapkan mampu menjadi pemimpin tim yang bijak dan dapat menghadapi segala kendala. Tentu hal ini butuh ketenangan dan keputusan yang tepat. Agar dapat tenang dalam mengambil keputusan, kemampuan ketahanan sangat dibutuhkan.

Management Trainee adalah Pilihan yang Tepat

kerja management trainee
Program management trainee menjadi pilihan bagus untuk jenjang karirmu

Posisi management trainee memang masih menjadi incaran para lulusan baru. Namun, tidak semua pendaftar memiliki kemampuan yang sesuai. Dengan kamu mempersiapkan beberapa kemampuan di atas, kemungkinan kamu akan diterima dan sanggup bertahan di posisi MT akan semakin besar.

Jika kamu lolos pada program MT, sangat penting untuk memperhatikan kontrak kerja dan fasilitas yang akan menunjang pekerjaanmu. Ingat, jangan terlalu cepat memutuskan sesuatu. Tidak perlu ragu dengan kemampuanmu, terus belajar dan asah kemampuan lainnya sebanyak mungkin.

Jika kamu memiliki pertanyaan perihal posisi management trainee, silahkan tulis di kolom komentar dan bagikan artikel ini ke teman-temanmu, ya.